"Mereka telah setuju untuk menghentikan semua penembakan mulai malam ini," tegasnya, seraya menyebut kesepakatan Juli lalu.
Tak cuma soal gencatan senjata. Trump juga menyebut Kamboja dan Thailand siap melanjutkan lagi negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. "Kedua negara siap untuk perdamaian dan perdagangan berkelanjutan dengan Amerika Serikat," imbuhnya.
Namun begitu, di lapangan, situasinya tak semudah pengumuman di media sosial. Laporan AFP menyebut pertempuran terbaru ini telah memaksa sekitar setengah juta orang mengungsi di kedua sisi perbatasan. Akar masalahnya klasik: perselisihan batas wilayah sepanjang 800 kilometer yang warisannya berasal dari era kolonial. Saling tuduh soal siapa yang memulai kembali konflik pun terus bergulir.
Jadi, meski kabar perdamaian datang dari seberang lautan, realitas di tanah perbatasan masih gelap oleh asap mesiu. Apakah kesepakatan ini benar-benar akan dijalankan, atau hanya menjadi jeda sejenak sebelum pertikaian berikutnya? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Argentina Gantikan Finalissima dengan Uji Coba Melawan Guatemala di Tanah Air
Uni Eropa Tegas Tolak Permintaan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz
Menteri Perhubungan Prediksi Puncak Mudik di Pelabuhan Merak Malam Ini
OJK Jatuhkan Sanksi Larangan Seumur Hidup bagi Benny Tjokro di Pasar Modal