Tahun 2026, Indonesia Tutup Keran Impor Beras, Gula, dan Jagung

- Minggu, 04 Januari 2026 | 10:45 WIB
Tahun 2026, Indonesia Tutup Keran Impor Beras, Gula, dan Jagung

JAKARTA – Keputusan penting datang dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pemerintah memastikan tidak akan mengimpor beras, gula konsumsi, dan jagung sepanjang tahun 2026. Alasannya sederhana: stok yang tersisa dari tahun sebelumnya masih sangat banyak, bahkan bisa dibilang melimpah.

“Setelah dibahas bersama, kami sepakat impor untuk beras, gula konsumsi, dan jagung pakan tidak diperlukan di tahun 2026,” jelas I Gusti Ketut Astawa, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, ketersediaan stok dan produksi dalam negeri sudah kuat. Cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Lalu, seberapa kuat posisi stok kita? Untuk beras, carry over stock dari 2025 ke 2026 mencapai 12,529 juta ton. Angka itu sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah di Bulog yang per akhir Desember 2025 lalu tercatat 3,248 juta ton.

Dengan kebutuhan nasional sekitar 2,591 juta ton per bulan, stok awal tahun itu bisa menopang kebutuhan hampir lima bulan. Cukup lama.

Di sisi lain, produksi beras nasional sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 34,7 juta ton. Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, stok akhir tahun 2026 diprediksi bakal menguat lagi jadi 16,194 juta ton. Yang menarik, ekspor beras kemungkinan bisa menyentuh 71 ton, sementara impor dipastikan nol besar.

Bagaimana dengan jagung? Nasibnya tak jauh berbeda. Stok yang terbawa ke 2026 sekitar 4,521 juta ton. Dengan asumsi kebutuhan bulanan 1,421 juta ton, stok itu cukup untuk hampir tiga bulan ke depan.


Halaman:

Komentar