Namun begitu, perhatian pemerintah tak hanya tertuju pada bencana. Menjelang Nataru, isu stabilitas harga bahan pokok ikut dibahas. Prabowo rupanya ingin ada langkah nyata yang meringankan masyarakat.
“Perkembangan stabilitas ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok. Selain itu, turut dibahas perkembangan terkini perekonomian di Tanah Air, termasuk bea cukai dan pajak,” jelas Teddy.
Lalu, ada juga wacana pemberian insentif. Intinya, agar liburan akhir tahun berjalan lancar.
“Pemberian insentif terhadap beberapa sektor untuk kelancaran liburan akhir tahun, terutama pengurangan harga secara signifikan untuk tarif jalan tol, tiket pesawat terbang, kereta api, kapal laut, serta fasilitas publik lainnya,” imbuhnya.
Jadi, dalam satu pertemuan di kediamannya itu, Prabowo seolah menjahit dua prioritas: darurat kemanusiaan pascabencana dan kenyamanan publik di momen pergantian tahun.
Artikel Terkait
Diplomasi Indonesia di Board of Peace: Jalan Tengah Penuh Jebakan untuk Palestina
Retak di Bawah Tanah: Saat Hujan Menguji Kekuatan Terowongan dan Basement
Supir Angkot Beraksi, Gagalkan Aksi Jambret di Halte TB Simatupang
Posisi Gus Ipul di PBNU Ditegaskan, Rapat Pleno Kembalikan Struktur ke Bentuk Semula