Namun begitu, perhatian pemerintah tak hanya tertuju pada bencana. Menjelang Nataru, isu stabilitas harga bahan pokok ikut dibahas. Prabowo rupanya ingin ada langkah nyata yang meringankan masyarakat.
“Perkembangan stabilitas ketahanan pangan dan harga kebutuhan pokok. Selain itu, turut dibahas perkembangan terkini perekonomian di Tanah Air, termasuk bea cukai dan pajak,” jelas Teddy.
Lalu, ada juga wacana pemberian insentif. Intinya, agar liburan akhir tahun berjalan lancar.
“Pemberian insentif terhadap beberapa sektor untuk kelancaran liburan akhir tahun, terutama pengurangan harga secara signifikan untuk tarif jalan tol, tiket pesawat terbang, kereta api, kapal laut, serta fasilitas publik lainnya,” imbuhnya.
Jadi, dalam satu pertemuan di kediamannya itu, Prabowo seolah menjahit dua prioritas: darurat kemanusiaan pascabencana dan kenyamanan publik di momen pergantian tahun.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka