Jelang konser "Hey Slank X HS Berani Kita Beda" di Semarang, ada aksi lain yang justru lebih menyentuh. Muhammad Suryo, pemilik perusahaan rokok HS asal Yogyakarta, mengajak personel band Slank blusukan. Tujuannya: Asrama Mahasiswa Aceh Pocut Meurah Intan di kawasan Tembalang. Mereka datang untuk berbagi, sebagai bentuk solidaritas atas musibah yang melanda Sumatera.
Konsepnya unik, 'Riding untuk Berbagi'. Dengan menunggangi Vespa, Suryo bersama Bimbim dan Kaka Slank memimpin konvoi ratusan skuter dari komunitas Semarang. Iring-iringan kendaraan itu mengular, sempat berputar melewati Tugu Muda dan Simpang Lima, sebelum akhirnya tiba di asrama. Suasananya sudah ramai.
Ratusan mahasiswa dari berbagai komunitas seperti IPAS, IKAMI, dan HIMSU sudah menunggu. Mereka disambut juga oleh perwakilan Ikatan Masyarakat Aceh. Saat bantuan berupa sembako dan alat tulis diserahkan, suasana haru pun tak terhindarkan. Campur aduk antara rasa terima kasih dan duka yang masih membekas.
Dia melanjutkan, kesadaran itu tak hanya untuk korban di lokasi bencana. Para mahasiswa perantauan di Semarang ini juga pasti merasakan dampaknya. Suryo sendiri paham betul rasanya merantau. Dulu, dia harus berjuang dari Bengkulu ke Yogyakarta. Apalagi jika keluarga di kampung halaman sedang dilanda kesulitan.
Keakraban dan "Ku Tak Bisa"
Suasana kaku pun lama-lama cair. Seorang mahasiswi asal Sumatra Barat maju, menyanyikan lagu daerah dengan merdu. Kaka Slank menyimak dengan seksama. Dalam dialog singkatnya, dia menyampaikan salam dari personel lain yang tak bisa hadir: Abdee, Ridho, dan Ivan.
Artikel Terkait
Guncangan di OJK: Empat Pucuk Pimpinan Serentak Mengundurkan Diri
Anggota DPR Tegaskan: Tak Ada Campur Tangan BUMN dalam Penggantian Pimpinan OJK dan BEI
Polisi Coba Pendekatan Religi untuk Atasi Pemotor Lawan Arah di Lebak Bulus
Prasetyo Hadi Bantah Ada Tokoh Oposisi dalam Pertemuan Tertutup Prabowo