Dua nyawa melayang di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, akibat aksi seorang pria berinisial RP (33). Ia menyerahkan diri kepada polisi setelah membunuh dua warga, HL (63) dan SL (37). Motifnya? Dendam yang sudah lama dipendam, begitu kata polisi.
Kasi Humas Polres Banggai, Iptu Saiman, mengonfirmasi penangkapan itu.
"Pelakunya pria berinisial RP, warga setempat. Ia menyerahkan diri ke polisi karena sudah terdesak dan tertekan, selanjutnya dibawa ke Mapolres Banggai,"
Menurut sejumlah saksi, awal mula tragedi ini terjadi Kamis malam lalu, sekitar pukul 19.45 Wita. Di Desa Bolobungkang, RP melancarkan serangan kejutan terhadap HL. Korban tua itu pun jatuh dengan luka parah di punggung, mulut, dan bagian belakang kepalanya.
Beberapa jam berselang, situasi justru makin runyam. Usai HL meninggal dunia, SL yang diduga adalah kerabat korban, mendatangi rumah pelaku pada Jumat dini hari. Waktunya sekitar pukul 01.25 Wita. Bukannya berdialog, RP malah mengejar SL dengan parang di tangan.
“Korban yang terjatuh di badan aspal langsung dianiaya pelaku,” jelas Saiman, menggambarkan adegan mengerikan itu.
"Korban meninggal dunia dengan luka di kepala belakang, telapak tangan, dan lengan kiri,"
Jelas ini tindakan sadis. Polisi menyebut aksi RP dipicu sakit hati yang mendalam. Namun begitu, apa pemicu persisnya, apa yang membuat dendamnya membara sampai menghabisi dua nyawa, itu masih dalam penyelidikan intensif. Penyidik masih merangkai motif di balik amukannya.
Kini, RP telah diamankan. Masyarakat setempat pun masih dilingkupi duka dan keheranan atas kekerasan yang tiba-tiba merebak di tengah mereka.
Artikel Terkait
Fraksi Gerinda Pantau Stok Beras Nasional di Gudang Bulog Cilacap, Sebut Surplus Pangan Mulai Tercapai
DPR Dorong Pembentukan Satgas Nasional untuk Hentikan Kekerasan Seksual di Pesantren
Menkeu Purbaya Perketat Restitusi Pajak, Ambang Batas PPN Turun Jadi Rp1 Miliar
Iran Klaim Rudalnya Hantam Kapal Perang AS di Teluk Oman, Washington Bantah