Di Lanud Soewondo, Medan, Sabtu lalu, Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan penjelasan terkait penanganan bencana di Sumatera. Ia memastikan respons yang cepat tetap jadi prioritas. Memang, tantangan di lapangan belum sepenuhnya sirna. Tapi, kata Pras, hampir semua wilayah terdampak kini sudah bisa dijangkau oleh tim bantuan.
"Saya juga menjelaskan bahwa memang masih ada kendala di lapangan. Namun secara umum, semua wilayah sudah bisa terjangkau,"
Begitu penjelasan Prasetyo Hadi kepada awak media yang menunggu.
Soal logistik, tampaknya ada kabar yang cukup melegakan. Kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan untuk para pengungsi disebutkan sudah mencukupi. Namun begitu, persoalan lain masih mengganjal. Penyediaan air bersih, khususnya untuk daerah-daerah yang sulit diakses seperti Aceh Tamiang, masih terus dikejar. Upaya mendistribusikannya belum berhenti.
"Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat semua sudah kami cek, stok kita mencukupi, ketersediaan pangan mencukupi, kemudian kebutuhan pakaian, obat-obatan semua selalu diupayakan untuk didorong hingga air bersih, khususnya di Aceh Tamiang, yang terus kami upayakan masuk,"
ujarnya lagi, merinci kondisi terbaru.
Di sisi lain, layanan kesehatan perlahan mulai pulih. Hampir seluruh rumah sakit di wilayah bencana sudah bisa beroperasi, meski belum berjalan seratus persen optimal. Pras mengakui hal itu. Tapi ia berjanji, perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap ke depan.
"Hampir seluruh rumah sakit juga sudah berfungsi, meskipun belum sepenuhnya optimal, terus kami usahakan perbaikannya,"
tegasnya.
Di akhir penjelasannya, Pras tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih pada semua pihak yang terlibat, baik yang turun langsung membantu di lokasi maupun yang mendonasikan bantuan. Semua kerja keras itu, menurutnya, yang mempercepat proses penanganan. Ia menegaskan kembali semangat komando dari pimpinan.
"Sebagaimana yang telah dipesankan kepada bapak presiden itu kebersamaan kita dan kegotongroyongan dan tidak ada satupun yang kita tinggalkan,"
pungkas Prasetyo Hadi, menutup briefing sore itu.
Artikel Terkait
Rentetan Kekerasan Seksual di Pesantren dan Institusi Agama: Pola Kuasa, Budaya Bungkam, dan Lemahnya Pengawasan
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Mentawai, BMKG Sebut Gempa Dangkal
KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga di Tengah Ketegangan Geopolitik Global