Fintech Pindar Susun Strategi Tiga Poros Hadapi Pemulihan 2026

- Kamis, 11 Desember 2025 | 11:55 WIB
Fintech Pindar Susun Strategi Tiga Poros Hadapi Pemulihan 2026

Jakarta – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) baru saja menggelar Rapat Kerja Nasional atau Rakernas. Intinya, forum ini jadi ajang konsolidasi buat merumuskan strategi dan arah industri Pinjaman Daring (Pindar) hingga tahun 2026 nanti. Tak cuma itu, acara ini juga bertujuan memperkuat tata kelola dan perlindungan konsumen, sekaligus mendorong pembiayaan produktif yang berkelanjutan.

Dengan semangat AFPIStrongerTogether, Rakernas ini diharapkan jadi momentum. Penguatan industri, menurut mereka, cuma bisa tercapai lewat kolaborasi erat, disiplin dalam kepatuhan, dan penerapan standar tinggi yang konsisten di semua lini.

Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, menegaskan tahun 2026 bakal jadi fase krusial bagi industri Pindar. Ini sejalan dengan proyeksi pemulihan ekonomi nasional yang mulai terlihat.

"AFPI memastikan seluruh program kerja 2026 akan sejalan dengan roadmap OJK serta implementasi POJK 40 Tahun 2024 dan SEOJK 19," ujar Entjik, Kamis (11/12/2025).

"Fokus utama kami adalah memperkuat manajemen risiko, meningkatkan kualitas tata kelola, dan menjaga perlindungan konsumen sebagai fondasi pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan," lanjutnya.

Menariknya, di tengah tantangan daya beli yang melemah dan perlambatan ekonomi tahun 2025, industri Pindar ternyata menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Data OJK per September 2025 mencatat, outstanding pendanaan Pindar dari anggota AFPI mencapai Rp 90,99 triliun. Angka itu naik signifikan, sekitar 22% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini bukan sekadar angka. Ini mencerminkan peran nyata Pindar dalam menjangkau segmen masyarakat yang selama ini kurang tersentuh layanan keuangan, termasuk para pelaku UMKM.

"Di tengah dinamika pasar, AFPI tetap teguh menjalankan mandat sebagai asosiasi resmi," kata Entjik lagi. Rakernas ini, bagi dia, adalah wujud tekad bersama untuk memperkokoh tata kelola industri menghadapi tantangan dan peluang di tahun-tahun mendatang.

Tiga Poros Strategi Menghadapi 2026

Nah, tahun 2026 sendiri diprediksi akan membawa angin pemulihan. Inflasi yang rendah dan kondisi keuangan yang membaik diharapkan bisa memacu konsumsi dan investasi. Di sinilah industri Pindar dituntut berperan, mengisi ruang pembiayaan sektor digital dan mendongkrak inklusi keuangan.

Untuk menjawab itu, AFPI lewat Rakernasnya menetapkan tiga arah strategis. Pertama, penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Caranya dengan mengoptimalkan Fintech Data Center (FDC), memperbaiki kualitas pelaporan SLIK, serta tentu saja, memperkuat keamanan siber dan perlindungan data pribadi.

Kedua, mendorong percepatan pembiayaan produktif dan UMKM. Targetnya, porsi pendanaan produktif bisa mencapai 40-50 persen, sesuai arahan roadmap OJK. Ini akan dilakukan lewat sinergi klaster produktif dan mitigasi risiko yang lebih ketat.

Yang ketiga, memperkuat perlindungan konsumen dan reputasi industri. Langkah konkretnya antara lain dengan sistem pengaduan terpadu, penerapan prinsip Responsible Lending, dan mengubah narasi Pindar menjadi mitra pertumbuhan UMKM nasional.

Di akhir, Entjik juga menyampaikan apresiasi kepada OJK. Menurutnya, OJK telah berperan penting menavigasi industri ini agar tetap tumbuh, baik dari sisi penyaluran pembiayaan maupun pengawasan terhadap disiplin tata kelola dan kepatuhan para platform.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar