Sementara jenazah sang ibu, F, masih menjalani proses autopsi di rumah sakit yang sama. Suasana di RS Bhayangkara tampak muram sepanjang siang, dengan sejumlah keluarga dan rekan korban yang berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Soal apa yang mendorong seorang anak berusia 12 tahun melakukan tindakan demikian, polisi masih berusaha menguaknya. Pemeriksaan terhadap AI pun dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat usianya yang masih di bawah umur sehingga wajib didampingi.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, membenarkan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Masih didalami (soal motif),” ujarnya singkat.
Artikel Terkait
Krisis Suksesi: Hanya 6% Generasi Muda Indonesia Berminat Pimpin Korporasi
Wamen Dalam Negeri Dorong Transformasi Layanan Kesehatan di RSUD Yowari Sentani
Bayaran Tertinggi Bintang Hollywood Anjlok, Kekuatan Nama Besar Mulai Tergeser
Kapolri Resmikan Masjid dan Satgas Karhutla-Ojol Kamtibmas di Pekanbaru