Pendekatan humanis macam ini, baginya, adalah kunci. Membangun budaya tertib lalu lintas tidak bisa cuma dengan tilang dan teguran. Perlu kedekatan. Perlu rasa saling percaya. Makanya, dia berharap apa yang dilakukan di Balikpapan bisa ditiru daerah lain.
"Polri harus hadir, melayani, dan dekat dengan masyarakat," tegasnya.
"Program seperti ini adalah role model yang bisa diaplikasikan di daerah lain. Jika saya berkesempatan mengunjungi polda lain, akan saya sampaikan inovasi yang telah dilakukan Polda Kaltim."
Di akhir pertemuan, Agus kembali menekankan hal utama: keselamatan. Sinergi yang sudah terjalin ini diharapkannya bisa mempercepat penanganan insiden di jalan raya. Komunikasi yang sudah dibangun, tak hanya dengan polantas tapi juga dengan reserse, ia nilai sebagai langkah yang sangat positif untuk menciptakan keamanan yang lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Duka di Boyolali: Bocah 5 Tahun Tewas, Ibunya Terluka dalam Perampokan Berdarah
Uni Eropa Siap Golongkan IRGC Iran Sebagai Teroris, Tehran Murka
Polri Terima Dukungan Publik sebagai Amanah Berat untuk Transformasi
Malam Tahun Baru di Depok, Brankas dan Uang Rp 21 Juta Raib Dibobol