Pendekatan humanis macam ini, baginya, adalah kunci. Membangun budaya tertib lalu lintas tidak bisa cuma dengan tilang dan teguran. Perlu kedekatan. Perlu rasa saling percaya. Makanya, dia berharap apa yang dilakukan di Balikpapan bisa ditiru daerah lain.
"Polri harus hadir, melayani, dan dekat dengan masyarakat," tegasnya.
"Program seperti ini adalah role model yang bisa diaplikasikan di daerah lain. Jika saya berkesempatan mengunjungi polda lain, akan saya sampaikan inovasi yang telah dilakukan Polda Kaltim."
Di akhir pertemuan, Agus kembali menekankan hal utama: keselamatan. Sinergi yang sudah terjalin ini diharapkannya bisa mempercepat penanganan insiden di jalan raya. Komunikasi yang sudah dibangun, tak hanya dengan polantas tapi juga dengan reserse, ia nilai sebagai langkah yang sangat positif untuk menciptakan keamanan yang lebih menyeluruh.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka