Dalam mengelola unjuk rasa, Polri punya senjata rahasia: polwan negosiator. Kehadiran mereka di lapangan diyakini bisa meredakan ketegangan dan menciptakan suasana yang lebih kondusif. Bukan tanpa alasan.
Menurut sejumlah sumber di internal kepolisian, Rabu (10/12/2025), peran ini sengaja dikedepankan. Bahkan, polwan negosiator dilibatkan sejak tahap paling awal, mulai dari rapat persiapan bersama Sabhara, Intelijen, hingga Propam di tingkat polres. Ini semua bagian dari upaya transformasi menuju Polri yang Presisi.
Lalu, kemampuan apa saja yang harus dimiliki? Seorang negosiator dari tim Pengendalian Massa wajib menguasai dua hal utama.
Pertama, jadi fasilitator. Artinya, mereka harus bisa berpikir dan bertindak cepat, melihat masalah dari berbagai sudut. Intinya, menjadi jembatan komunikasi antar pihak yang berselisih.
Kedua, tentu saja, menjadi komunikator yang handal. Mereka bertugas menyampaikan aturan dan aspirasi dengan cara yang bisa diterima semua pihak. Tidak mudah, tapi itulah tantangannya.
Untuk itu, pelatihan mereka cukup ketat. Polwan-polwan ini dibekali kemampuan mempengaruhi dan membujuk. Yang tak kalah penting, mental mereka ditempa agar tak gampang menyerah baik oleh emosi sendiri, ancaman, maupun tekanan verbal dari kerumunan massa.
Modal lainnya? Wawasan luas dan pemahaman psikologi massa. Mereka juga diajari strategi komunikasi yang berbeda untuk tiap tipe pengunjuk rasa. Karakter yang mudah beradaptasi dan empati tinggi adalah nilai plus yang sangat dibutuhkan di lapangan.
Simulasi yang digelar saat Apel Kasatwil akhir November lalu memperlihatkan bagaimana polwan negosiator mengambil peran di garis depan. Mereka yang pertama kali mendekati dan membuka dialog. Praktiknya, memang tidak semudah teori. Namun, kehadiran mereka sering kali mengubah dinamika.
Artikel Terkait
Bundaran HI Gelap Selama 60 Menit, DKI Jakarta Gelar Pemadaman Lampu Peringati Hari Lingkungan Hidup
PPIH Medan Ingatkan Jemaah: Predikat Haji Mabrur Harus Dijaga Sepanjang Hayat
Polairud Riau Jangkau Wilayah Terisolir di Kepulauan Meranti Lewat Program JALUR
Gempa M5,1 Guncang Tenggara Bitung, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami