Libur Panjang Nyepi-Lebaran 2026 Disertai Fleksibilitas Kerja dari Lokasi Lain

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:20 WIB
Libur Panjang Nyepi-Lebaran 2026 Disertai Fleksibilitas Kerja dari Lokasi Lain

Menyambut tahun 2026, kita bakal disuguhi libur panjang yang cukup istimewa. Bagaimana tidak, dua hari raya besar Nyepi dan Idul Fitri berdampingan dalam satu pekan. Pemerintah sudah merilis jadwal resminya, dan bagi banyak orang, ini jadi kabar gembira untuk sekalian merencanakan cuti atau pulang kampung.

Nyepi, hari raya umat Hindu, akan dirayakan pada Kamis, 19 Maret 2026. Namun liburnya sudah dimulai sehari sebelumnya, Rabu tanggal 18 Maret, yang ditetapkan sebagai cuti bersama. Jadi, untuk Nyepi saja, kita sudah dapat dua hari libur berturut-turut.

Nah, yang menarik, libur Nyepi ini langsung bersambung dengan rangkaian libur Lebaran. Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret. Pemerintah menetapkan cuti bersama mulai Jumat, 20 Maret, dan berlanjut hingga Selasa, 24 Maret. Kalau dihitung total, sejak Rabu 18 Maret hingga Selasa 24 Maret, ada tujuh hari penuh tanpa kerja. Satu pekan penuh! Cocok banget untuk yang mau ambil waktu istirahat lebih panjang atau mudik jauh-jauh hari.

Di sisi lain, ada kebijakan lain yang nggak kalah penting: work from anywhere atau WFA. Aturan ini berlaku baik untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai swasta. Intinya, sebelum dan sesudah libur panjang tadi, karyawan diperbolehkan bekerja dari lokasi lain di luar kantor.

Bagi ASN, ketentuannya mengacu pada Surat Edaran Menteri PANRB. Mereka bisa WFA dua hari sebelum Nyepi, yaitu Senin dan Selasa tanggal 16-17 Maret. Lalu, tiga hari setelah libur Lebaran berakhir: Rabu hingga Jumat, 25-27 Maret.

Sementara untuk pekerja swasta, aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan intinya sama. Periode WFA-nya juga di tanggal yang persis: 16, 17, serta 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Jadi, kalau dirangkai semua, periode longgar buat para pekerja ini cukup panjang. Mulai dari WFA tanggal 16-17, langsung masuk libur Nyepi dan Lebaran dari 18 hingga 24, lalu dilanjut WFA lagi sampai 27 Maret. Total bisa mencapai hampir dua pekan untuk beraktivitas di luar kantor. Lumayan, kan?

Dengan skema seperti ini, pemerintah sepertinya ingin memberi fleksibilitas. Harapannya, arus mudik bisa lebih tersebar dan kemacetan bisa ditekan. Tapi ya, efektif atau tidaknya, baru akan terlihat nanti saat pelaksanaannya. Yang jelas, bagi banyak orang, pengumuman ini sudah bikin senyum-senyum sendiri sambil buka kalender.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar