Asap masih mengepul di Kemayoran, sementara rasa duka sudah menyelimuti. Kebakaran hebat yang melanda gedung Terra Drone di Jakarta Pusat itu, sayangnya, menewaskan 22 orang. Suasana mencekam saat itu diceritakan oleh Wandi, seorang saksi mata berusia 51 tahun.
Menurut pengakuan Wandi yang bekerja sebagai tukang parkir di sekitar lokasi, semua berawal dari sebuah ledakan. Diduga, pemicunya adalah baterai yang sedang dicas. "Mulanya katanya dari ini, dia mengecas baterai, meledak," ujarnya.
Dia melanjutkan, "Nyala, gede apinya. Asapnya tebal langsung."
Yang menarik, api ternyata hanya berkobar di bagian lantai bawah. Namun begitu, bahaya justru datang dari asap hitam pekat yang dengan cepat memenuhi seluruh ruang dan menjalar ke lantai atas. Situasi ini rupanya membuat panik para karyawan yang ada di dalam.
"Terus nggak ada api, dia nggak keluar, asapnya ke atas. Jadi karyawannya pada lari ke atas semua menyelamatkan diri," cerita Wandi, menggambarkan kepanikan yang terjadi.
Dari kejauhan, pria itu juga melihat sesuatu yang membuat hatinya trenyuh. Beberapa orang terlihat berkerumun di lantai atas, berusaha menarik perhatian penyelamat.
"Pertama lari ke atas dulu. Sudah pada ngumpul di atas, mereka pada melambaikan tangan minta tolong," kenangnya.
Sayangnya, Wandi tak tahu apa yang kemudian terjadi pada mereka. "Wah, berarti ada orang, masih ada orang di atas," ucapnya, dengan nada yang masih terdengar getir. Nasib orang-orang yang melambai itu, seperti nasib 22 korban lainnya, kini menjadi cerita pilu dari sebuah tragedi yang begitu cepat menyebar.
Artikel Terkait
Tanah Longsor di Tapanuli Utara Akibat Hujan Deras, Dua Orang Tewas dan Jalan Nasional Putus
Menteri Agama Ajak Masyarakat Lawan Hoaks yang Ganggu Kerukunan Beragama
Gubernur Pramono Anung Terbitkan Aturan Baru, Wajibkan Warga Jakarta Pilah Sampah dari Rumah Disertai Sanksi
Persijap Jepara di Ambang Degradasi, Mario Lemos Desak Tim Bangkit Lawan Persita