Gubernur DKI Berduka, 22 Tewas dalam Kebakaran Gedung Minim Jalur Evakuasi

- Selasa, 09 Desember 2025 | 19:20 WIB
Gubernur DKI Berduka, 22 Tewas dalam Kebakaran Gedung Minim Jalur Evakuasi

Asap masih mengepul saat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tiba di lokasi. Kebakaran hebat di gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Jakarta Pusat itu telah memakan korban. Dengan wajah muram, Pramono menyampaikan duka yang mendalam. Dia berharap kejadian mengerikan seperti ini tidak lagi terulang di kemudian hari.

"Saya sungguh sangat berduka, innalillahi wa inna ilaihi raji'un," ujarnya, Selasa (9/12/2025).

"Mudah-mudahan ini tidak terulang kembali."

Menurut pengamatannya di lokasi, gedung enam lantai itu dinilai sangat minim kesiapan. Terutama soal jalur penyelamatan. Bagi Pramono, tragedi ini jadi pengingat pahit betapa standar keamanan sebuah bangunan harus benar-benar ditegakkan, tanpa kompromi.

"Kalau ada gedung enam lantai, pemadam kebakarannya harus ada. Tetapi untuk kasus yang seperti ini mereka tidak persiapkan sama sekali," tegasnya.

Soal sanksi untuk pemilik usaha, Gubernur memilih tak ambil pusing. Itu urusan polisi. "Hal-hal lain, peristiwa apa, jumlah yang meninggal, itu kewenangan Polri," katanya, menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada aparat.

Namun begitu, untuk urusan korban, Pramono bersikap tegas. Pemprov DKI, janjinya, akan menanggung semua biaya. Mulai dari perawatan yang luka hingga pemakaman bagi mereka yang meninggal.

"Pokoknya semua yang meninggal menjadi tanggung jawab pemerintah DKI Jakarta untuk penguburan dan sebagainya. Yang luka juga akan ditanggung," tuturnya.

Bahkan, langkah konkret sudah diambil. Pramono mengaku telah menghubungi kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, MURIANETWORK.COM Sauri. Tujuannya, menyiapkan lokasi pemakaman. Jika jumlah korban ternyata besar, mereka mungkin tak dimakamkan di satu tempat yang sama.

"Kami berharap ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi di Jakarta," pungkasnya.

Berdasarkan laporan, warga pertama kali melaporkan kebakaran itu sekitar pukul 12.43 WIB. Tujuh menit kemudian, operasi pemadaman resmi dimulai. Sayangnya, upaya itu tak cukup cepat. Peristiwa ini merenggut nyawa 22 orang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar