Relawan China Bantu Deteksi Korban di Reruntuhan Lumpur Aceh

- Selasa, 09 Desember 2025 | 16:50 WIB
Relawan China Bantu Deteksi Korban di Reruntuhan Lumpur Aceh

Lima relawan asal China tiba di Aceh Sabtu lalu. Mereka datang dengan misi khusus: membantu mencari korban yang masih tertimbun lumpur pascabanjir dan longsor. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, yang mengerahkan mereka. Langkah ini pun menuai perhatian, termasuk dari Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno.

Menurut Eddy, keputusan Mualem itu sah-sah saja. "Saya kira apa yang dilakukan itu tidak salah, tidak menyalahi," ujarnya saat ditemui di Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Dia melanjutkan, "Tetapi inilah yang bisa dilakukan untuk sesuatu hal yang kita belum miliki teknologinya atau kemampuannya."

Eddy mengakui, saat ini Indonesia memang belum punya teknologi optimal untuk identifikasi korban di dalam timbunan lumpur. Itu sebabnya bantuan dari luar dirasa perlu. "Apa yang dilakukan oleh Gubernur Aceh saat ini ya, adalah bantuan karena kita tidak memiliki teknologinya saat ini," jelasnya.

Namun begitu, dia tetap menilai upaya pemerintah secara keseluruhan sudah baik. Hanya saja, untuk kasus khusus seperti ini, butuh penanganan ekstra. "Sehingga, dibutuhkan penanganan yang khusus dalam hal ini dalam upaya untuk melakukan penyelamatan, penyelamatan jiwa manusia," imbuh Eddy.

Mualem sendiri sebelumnya telah menjelaskan peran kelima relawan tersebut. "Tim dari China lima orang datang untuk mendeteksi mayat yang ada di dalam lumpur dan mereka ada alat untuk mengambil mayat-mayat itu," kata Mualem.

Para relawan itu tampak mengenakan seragam biru dengan bendera China di lengan kiri. Rencananya, mereka akan dikerahkan ke titik-titik terdampak paling parah, yang mayoritas berada di pesisir timur Aceh. Upaya pencarian terus digenjot, sementara waktu bagi korban yang tertimbun terus menyempit.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar