Lima relawan asal China tiba di Aceh Sabtu lalu. Mereka datang dengan misi khusus: membantu mencari korban yang masih tertimbun lumpur pascabanjir dan longsor. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, yang mengerahkan mereka. Langkah ini pun menuai perhatian, termasuk dari Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno.
Menurut Eddy, keputusan Mualem itu sah-sah saja. "Saya kira apa yang dilakukan itu tidak salah, tidak menyalahi," ujarnya saat ditemui di Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Dia melanjutkan, "Tetapi inilah yang bisa dilakukan untuk sesuatu hal yang kita belum miliki teknologinya atau kemampuannya."
Eddy mengakui, saat ini Indonesia memang belum punya teknologi optimal untuk identifikasi korban di dalam timbunan lumpur. Itu sebabnya bantuan dari luar dirasa perlu. "Apa yang dilakukan oleh Gubernur Aceh saat ini ya, adalah bantuan karena kita tidak memiliki teknologinya saat ini," jelasnya.
Artikel Terkait
Saksi Ungkap Perintah Hapus Chat dan Rekening Fiktif di Sidang Korupsi Kemnaker
China Peringatkan AS: Intervensi Militer ke Iran Bisa Picu Bencana di Timur Tengah
Banjir Bekasi Meluas, 49 Desa Terendam dan Ribuan Warga Mengungsi
DKI Tambah Tenaga Kontrak untuk Percepat Perbaikan Jalan