"Saya sempat tanya ke piket, apakah penggerebekan dilakukan Polsek, tapi ternyata bukan dari kami."
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Menurut pengakuan para korban, janji layanan tak kunjung dipenuhi. Padahal, uang sudah dibayar lunas. Yang paling menyakitkan, saat hari pernikahan tiba, sang WO malah hilang bak kabut. Tak ada kejelasan, kontak pun tak bisa dihubungi.
Edy Handoko menjelaskan, "Menurut korban-korban yang ditipu, saat sudah mau pelaksanaan, orangnya tidak ada. Itu yang menjadi dasar laporan-laporan yang masuk."
Kini, kasusnya sedang ditangani. Banyak pasangan yang berharap ada keadilan, sekaligus menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati memilih vendor di hari bahagia mereka.
Artikel Terkait
Arus Mudik H-4 Lebaran di Tol Cipali Naik 22%, Sistem Satu Arah Diterapkan
Pria Mabuk di Bogor Ancam Bunuh Mantan Istri dan Anak, Diamankan Polisi
Truk Sumbu Tiga Langgar Aturan Jadi Pemicu Utama Kemacetan Panjang di Gilimanuk
BPJS Kesehatan dan Bappenas Bahas Keberlanjutan Program JKN