Lagi-lagi, berita duka datang dari balik tembok penjara di Ekuador. Akhir pekan kemarin, di Litoral Penitentiary, Machala, sebanyak 13 narapidana ditemukan tewas. Pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini, tapi kabar buruknya, ini bukan insiden pertama.
Menurut pernyataan resmi SNAI, otoritas penjara setempat, jenazah-jenazah itu ditemukan polisi usai terjadi ledakan di luar kompleks. Ledakan alat peledak itu, kata mereka, jadi titik awal penemuan mengerikan tersebut.
Nah, dari laporan media lokal, penyebab kematiannya diduga asfiksia. Mereka kehabisan udara. Cukup mengerikan, bukan?
Di sisi lain, ada narasi lain yang berkembang. Sejumlah sumber media menyebut ledakan tadi sengaja dibuat sebagai pengalih perhatian. Ledakan yang terjadi sekitar seratus meter dari penjara itu konon berasal dari drone, membuyarkan konsentrasi para penjaga agar aksi lain bisa berjalan.
SNAI sendiri masih menunggu hasil otopsi. Mereka menyebut sedang menjalankan prosedur rutin untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Artikel Terkait
Diaspora Indonesia di China Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh Saat Lebaran
Mobil Terbakar di Tol Semarang-Solo, Seluruh Penumpang Selamat
Gus Imin: Idul Fitri Momentum Perkuat Persatuan dan Solidaritas Sosial
Gempa 4,7 SR Guncang Banggaikep, Belum Ada Laporan Kerusakan