Menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru, cuaca diprediksi bakal kurang bersahabat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengingatkan semua pihak, terutama di sektor transportasi udara dan laut, untuk meningkatkan kewaspadaan. Gangguan cuaca signifikan berpotensi muncul dan mengganggu perjalanan.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam sebuah rapat kerja di Senayan, awal Desember kemarin. Menurutnya, ada ancaman serius dari pertumbuhan awan Cumulonimbus jenis awan badai yang ditakuti dunia penerbangan.
Lalu, bagaimana dengan Januari nanti? Polanya bergeser. Ancaman awan Cb diperkirakan bakal mengintai rute di sekitar Samudra Hindia Barat Sumatera, Selatan Nusa Tenggara, Laut Jawa, hingga wilayah Laut Arafura dan Papua. Intinya, para pilot dan maskapai harus siap siaga dengan informasi cuaca terkini.
Namun begitu, bukan cuma udara yang perlu diperhatikan. BMKG juga mengamati pola gelombang di sejumlah perairan. Selama Desember, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa titik. Mulai dari perairan Barat Sumatera, Selat Sunda, Selatan Jawa, hingga perairan utara Kepulauan Anambas dan Natuna. Wilayah Halmahera hingga Papua di Samudra Pasifik juga termasuk.
Artikel Terkait
KPK Tahan Mantan Menag Yaqut, Dugaan Korupsi Kuota Haji Diperdalam
KPK Tangkap Bupati Cilacap dalam OTT, 27 Orang Diamankan
KAI Siapkan 423 Ribu Kursi dan 393 Personel Keamanan untuk Mudik Lebaran 2026
Pesawat Tempur Qatar Hadang Serangan Rudal di Langit Doha