Suara ledakan mengguncang Doha pagi ini. Langit di atas pusat kota tiba-tiba ramai dengan aktivitas pesawat tempur yang berusaha menembak jatuh sejumlah proyektil. Situasi ini terjadi setelah Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan evakuasi di sejumlah titik vital ibukota.
Menurut saksi mata yang dihubungi AFP, Sabtu (14/3/2026), setidaknya dua rudal berhasil dihadang oleh pesawat pencegat. Serangan ini sepertinya bagian dari gelombang baru kampanye udara Iran yang menyasar negara-negara Teluk. Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa.
Kementerian Pertahanan Qatar sendiri dengan tegas menyatakan pasukannya telah "mencegat serangan rudal yang menargetkan Negara Qatar".
Namun begitu, suasana di lapangan cukup mencekam. Warga di distrik Musheireb, jantung kota Doha, mendapat pesan darurat di ponsel mereka. Isinya singkat tapi menegangkan: mereka diminta segera meninggalkan area dan mencari tempat aman terdekat. "Ini tindakan pencegahan sementara," begitu bunyi pesannya.
Di sisi lain, aparat keamanan sudah disiagakan di berbagai sudut. Beberapa jalan utama ditutup dan dijadikan garis pertahanan. Evakuasi yang disebut kementerian tadi rupanya sudah dijalankan dengan sigap, meski sempat membuat warga khawatir.
Konflik di kawasan ini memang makin memanas. Teluk yang kaya minyak itu kerap jadi sasaran balasan Iran, terutama setelah serangan gabungan AS-Israel yang memicu peperangan lebih luas. Teheran biasanya menyasar aset militer Amerika, tapi kali ini infrastruktur sipil juga ikut terancam.
Keadaan perlahan mulai terkendali. Meski begitu, waspada tetap jadi prioritas utama sampai ancaman benar-benar dinyatakan berakhir.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Enam Pelajar Terkait Pengeroyokan Tewaskan Remaja di Ciputat
Dua Jalur di Stasiun Bekasi Timur Kembali Dilintasi Kereta Jarak Jauh Usai Tabrakan Maut
IHSG Dibuka Hijau, Tembus Level 7.118 di Tengah Dominasi Saham Melemah
KAI Batalkan 8 Perjalanan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta Hari Ini, Tiket Dikembalikan 100 Persen