Presiden Prabowo Tanya Verrell Bramasta Soal Kewarganegaraan di Acara Resmi

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:25 WIB
Presiden Prabowo Tanya Verrell Bramasta Soal Kewarganegaraan di Acara Resmi

Sebuah momen ringan mewarnai acara peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, ketika Presiden Prabowo Subianto melontarkan pertanyaan soal kewarganegaraan kepada anggota DPR RI, Verrell Bramasta. Kejadian yang berlangsung di hadapan para pejabat dan undangan itu sontak menjadi perhatian karena sang kepala negara menanyakan secara langsung status kewarganegaraan artis yang juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Awalnya, Presiden Prabowo menyapa sejumlah menteri, kepala lembaga, serta pimpinan MPR, DPD, dan pimpinan komisi DPR RI yang hadir dalam acara tersebut. Setelah memberikan salam kepada para pimpinan komisi, perhatian Presiden kemudian beralih kepada para anggota komisi DPR RI yang turut hadir.

Salah satu yang disebut namanya adalah Verrell Bramasta. Begitu namanya disebut, Verrell langsung berdiri dan memberikan sikap hormat kepada Presiden. Pada momen itulah Prabowo melontarkan pertanyaan yang tidak terduga.

“Kamu warga negara Indonesia?” tanya Prabowo.

“Iya Pak Presiden, warga negara Indonesia,” jawab Verrell sambil mengangguk.

Presiden kemudian melanjutkan pertanyaannya mengenai asal-usul keturunan. “Keturunan mana? Ada keturunan mana?” tanya Prabowo lagi.

Verrell pun menjawab bahwa dirinya memiliki garis keturunan dari Bali dan Jawa Timur. Diketahui, Verrell merupakan putra dari artis Venna Melinda dan Ivan Fadilla Soedjoko. Namun, sempat terjadi salah dengar ketika Presiden mengira Verrell menyebut keturunan Belgia. Verrell pun segera mengklarifikasi bahwa yang dimaksud adalah Bali.

“Bali? Ada orang Bali kayak kau,” kata Prabowo menanggapi.

Setelah percakapan singkat itu, Presiden Prabowo kembali melanjutkan agenda penyapaannya kepada sejumlah pejabat yang hadir di lokasi acara.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar