Lalu, apa saja yang mereka lakukan? Beragam aktivitas positif digelar. Mulai dari permainan edukatif, sesi bercerita, hingga latihan relaksasi. Intinya, menciptakan interaksi yang hangat dan mendukung. Metodenya pun beragam; ada social support, teknik grounding, latihan pernapasan, dan afirmasi positif. Semua ditujukan untuk meredakan kecemasan, ketakutan, dan stres yang mungkin masih membayangi pikiran anak-anak.
Supaya makin semangat, tim juga bagi-bagi reward. Buat siswa yang aktif mengikuti games, tersedia alat gambar, alat tulis, makanan ringan, plus mainan. Hal kecil, tapi efeknya besar untuk menyuntikkan keceriaan.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, menekankan soal kolaborasi. Kehadiran tim ini, kata dia, adalah bukti nyata kerja sama Polda Riau dengan HIMPSI Riau dalam memberikan dukungan. Tujuannya jelas: memastikan pemulihan mental masyarakat berjalan optimal.
Tak hanya pendampingan, bantuan sembako juga disalurkan. Tim Trauma Healing menitipkan beras, mi instan, pampers, gula, pembalut, susu formula, dan beberapa snack di Posko Bencana Pasar Simpang Gumarang. Bantuan itu dimaksudkan untuk bisa dimanfaatkan oleh pengungsi yang masih tinggal di SDN 35 Gumarang. Sebuah langkah konkret yang, meski sederhana, mudah-mudahan bisa meringankan beban.
Artikel Terkait
Kroasia Tolak Ajakan Trump Bergabung dengan Dewan Perdamaian
Sirine Banjir Bekasi Berdentang di Tengah Malam, Ini Penjelasan Wali Kota
Komisi Yudisial Dorong Pemecatan Tiga Hakim Terkait Pelanggaran Etik Berat
Kembali Tergenang, Air di Kebon Pala Capai 90 Cm Usai Siaga Tiga Katulampa