“Jadi kami juga nanti akan memberikan santunan bagi yang wafat dan dukungan bagi yang luka berat. Yang wafat itu indeksnya Rp15 juta, kemudian yang luka berat itu Rp5 juta,” tegasnya.
Penanganan darurat penting, tapi Gus Ipul rupanya sudah memikirkan langkah selanjutnya. Menurutnya, fase pemulihan dan pemberdayaan tak kalah krusial. Tujuannya agar para penyintas bisa bangkit kembali, hidup normal dan mandiri.
“Untuk itu kami akan bekerja dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk melakukan asesmen,” pungkasnya.
“Nah hasilnya nanti akan ditindaklanjuti dengan memberikan dukungan-dukungan untuk pemberdayaan sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga.”
Jadi, selain memadamkan ‘api’ darurat, upaya jangka panjang pun mulai disiapkan. Semuanya agar kehidupan di Sumatera yang terdampak bencana ini bisa berangsur pulih.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Kopi Ditaburkan untuk Tutupi Bau Mayat di Depok
Anggota JKT48 Freya Laporkan Kasus Manipulasi Foto Pakai AI ke Polisi
Francis Ngannou Kembali ke Oktagon, Hadapi Philipe Lins pada 16 Mei
Bareskrim Musnahkan 34,5 Kilogram Sabu dari Dua Kasus di Cilegon