Di sisi lain, Sumatera Utara membutuhkan sekitar Rp 12,88 triliun. Sementara Sumatera Barat, meski terdampak, angkanya sedikit lebih tinggi di angka Rp 13,52 triliun.
Lalu, untuk apa saja dana sebesar itu akan dialokasikan? Suharyanto menyebutkan sejumlah prioritas. Mulai dari peningkatan pelayanan bagi korban dan pengungsi, percepatan santunan untuk ahli waris, hingga memastikan stok logistik tersedia dari tingkat desa ke atas. Intinya, memulihkan kehidupan masyarakat secepat mungkin.
Yang menarik, penanganannya tak seragam. Suharyanto menyebut ada daerah yang pemulihannya bisa lebih cepat.
“Kemudian, untuk daerah-daerah yang relatif sudah pulih, seperti di Sumatera Barat, sebagian Sumatera Utara, kami akan masuk tahap rehabilitasi, rekonstruksi,” paparnya. “Jadi, tidak sama-sama ini, Bapak. Daerah-daerah yang sudah lebih baik dia bisa duluan.”
Jadi, meski angka Rp 51,82 triliun itu mencengangkan, perjalanan pemulihan bencana di Sumatera baru akan dimulai. Dengan tahapan yang berbeda-beda di tiap daerah.
Artikel Terkait
BMKG Tegaskan: Teknologi Tak Mampu Bubarkan Siklon, Fokus Beralih ke Mitigasi Darat
Bareskrim Ungkap Jaringan SMS Phising Berkedok e-Tilang, Tiga Tersangka Diamankan
Iran Bantah Klaim Trump: Kami Tak Pernah Minta Negosiasi
Nasihat Guru Berujung Laporan Polisi, Orang Tua Murid Tuntut Permintaan Maaf Publik