Latar belakang pertemuan ini tentu saja mencekam. Macron tak lupa menyoroti gelombang serangan Rusia yang brutal baru-baru ini. Moskow disebut meluncurkan lebih dari 700 drone dan rudal pada Sabtu malam, menghantam fasilitas energi dan perkeretaapian Ukraina. Situasi ini semakin menegaskan urgensi dari pembicaraan mereka nanti.
Di sisi lain, upaya diplomatik AS juga terus berjalan. Utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Donald Trump, Jared Kushner, bahkan sudah menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin Selasa lalu. Mereka membahas proposal perdamaian, meski kabarnya Moskow menolak sebagian isinya. Ini jadi pekerjaan rumah yang berat.
"Kita harus terus menekan Rusia agar memilih perdamaian," tegas Macron.
Jadi, pertemuan London besok bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya konkret, di tengah hujan rudal dan jalan diplomasi yang berliku, untuk mencari titik terang. Semuanya berjalan serentak, dari Miami ke Moskow, dan kini ke London.
Artikel Terkait
Politiser Tertipu Rp 226 Juta, Perempuan 72 Tahun Dituntut 2 Tahun Bui
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi dengan AS Masih Terbuka
Golkar Buka Peluang Bahas Usulan PAN Hapus Ambang Batas Parlemen
Aceh Beralih ke Fase Pemulihan, Gubernur Mualem Beri Instruksi Ketat