Di tengah hiruk-pikuk Kota Bogor, ada sebuah kedai Mie Aceh di Jalan Dr. Sumeru yang melakukan hal sederhana namun bermakna. Mereka memberikan makanan gratis untuk mahasiswa perantau asal Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Aksi ini muncul sebagai bentuk keprihatinan atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah asal para pelajar itu.
Warung Mie Aceh Semeru itu buka sejak siang. Suasana di dalamnya hangat, beraroma rempah. Di antara pelanggan yang lalu-lalang, sering terlihat wajah-wajah muda mahasiswa asal Aceh yang sedang merantau.
Lambang, salah seorang pegawai di sana, mencoba menjelaskan alasan di balik kebijakan ini. Baginya, musibah di kampung halaman pasti berdampak langsung pada kehidupan anak rantau di perantauan.
"Bayangkan saja," ujar Lambang saat ditemui Sabtu lalu.
"Kalau di Sumatera sedang kena musibah, pasti banyak anak rantau dari Sumbar, Sumut, atau Aceh yang kelaparan. Bisa juga mahasiswanya belum dikirimi uang dari ibunya di kampung. Nah, dari situ bos kami setuju untuk buat makanan gratis."
Berasal dari Pengalaman Pahit
Rupanya, keputusan sang pemilik warung berangkat dari pengalaman pribadinya yang getir. Dulu, dia sendiri pernah merasakan pahitnya jadi mahasiswa dengan kondisi serba terbatas.
Artikel Terkait
Misteri Kematian Lula Lahfah: Obat dan Surat Rawat Ditemukan di Apartemen Dharmawangsa
Bocah Perempuan Ditemukan Menangis di Pinggir Jalan Narogong, Ingin Ditemani ke Rumah Ibu
Atap GOR Serdang Ambruk Diterjang Angin, 11 Motor Terhimpun Rangka Besi
Dari Ibu Kota Politik Menuju Polis: Tantangan Sejati IKN