Rumah-rumah di Kebon Pala, Kampung Melayu, kembali terendam. Kali ini, air dari Kali Ciliwung datang diam-diam di tengah malam, membangunkan warga dengan genangan yang perlahan merayap masuk.
Menurut Sanusi, Ketua RT 13 setempat, semuanya berawal sekitar pukul dua pagi. "Iya, sempat terendam," katanya, mengakui. Tapi saat itu, kondisi belum parah.
Air terus naik pelan-pelan.
"Sampai pukul enam pagi lah, puncaknya," ujar Sanusi saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu pagi. Ketinggian air saat itu sudah menyentuh sekitar 85 sentimeter, menggenangi lantai rumah dan halaman.
Dia menjelaskan, total ada 53 rumah yang kebanjiran. Namun begitu, situasi ini tak berlangsung lama. Hanya dalam hitungan jam, air mulai menyurut.
"Tapi cepat, langsung surut lagi ini," terangnya. "Mulai pukul delapan atau sembilan, airnya sudah ngalir ke bawah. Surut ko."
Bagi warga di sini, kejadian seperti ini seolah sudah jadi langganan tahunan. Mereka terbiasa. Sanusi sendiri mengaku, warga sudah paham dan menerima kondisi ini, meski tentu saja merepotkan.
"Sudah terbiasa warga setiap tahunnya," imbuhnya. Jadi ketika banjir datang lagi, respon mereka lebih pada kesigapan, bukan lagi kepanikan.
Artikel Terkait
Polisi Serahkan Empat Tersangka SMS Phishing E-Tilang Palsu ke Kejaksaan
Pemprov DKI Jakarta Prioritaskan Penataan 211 RW Kumuh di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada 2026
Pemilahan Sampah di Jakarta Resmi Dimulai 10 Mei, Digandengkan dengan CFD Rasuna Said
El Clasico Indonesia Resmi Pindah ke Samarinda, Izin di GBK Dibatalkan Polisi