Kasus penganiayaan balita berusia empat tahun di Tajurhalang, Bogor, benar-benar memilukan. Pelakunya adalah ayah tiri si bocah, Ifani (26), yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi ada satu hal yang justru disorot oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia: peran sang ibu yang diduga menutupi kekerasan itu.
Menurut KPAI, sikap ibu tersebut sangat disayangkan. Padahal, tugas utama orang tua adalah melindungi anak, seperti yang diamanatkan undang-undang.
“Sangat disayangkan karena seharusnya orang tua melindungi anak sesuai dengan Pasal 20 UU Perlindungan Anak,” tegas Komisioner KPAI Diyah Puspitarini.
Diyah menjelaskan, seorang ibu yang tahu tapi diam, bisa dianggap turut melakukan kekerasan. “Jika ibu mengetahui kejadian dan tidak ada upaya membela, tapi membiarkan berarti juga sama dengan melakukan kekerasan terjadi,” ujarnya.
Namun begitu, Diyah mengingatkan agar polisi juga mendalami sisi lain. Jangan-jangan, si ibu diam karena merasa terancam.
“Tapi saran saya dipastikan lagi saja, sebab, bisa jadi ibu diam karena juga diancam oleh suaminya,” ungkapnya.
Di sisi lain, polisi sendiri masih menyelidiki peran ibu korban. Saat ini, tersangka resmi baru Ifani.
“Sementara kita masih belum menetapkan tersangka lebih dari satu orang, yaitu sementara kita tetapkan tersangka yaitu saudara IF. Namun nanti perkembangan kita akan lihat ke depan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama.
Dari pemeriksaan, ibu korban mengaku sebenarnya tahu. Awalnya ia menutupi, tapi setelah diperiksa lebih intens, ia mengakui pernah melihat tindakan kekerasan yang dilakukan suaminya.
Kondisi korban sendiri cukup parah. Balita malang itu mengalami luka berat di kepala dan kakinya remuk. Motifnya sepele: tersangka kesal dan emosi karena perintahnya tidak segera dilaksanakan si anak.
Artikel Terkait
Fraksi Golkar Dukung Pelibatan TNI dalam Pembekalan Nasionalisme bagi Mahasiswa LPDP
BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Mulai Masuk Musim Kemarau pada Mei 2026
JPU Curiga Nadiem Makarim Pura-pura Sakit, Klaim Infus Dibantah Rumah Sakit
Serangan AS di Selat Hormuz Tewaskan Lima Warga Sipil, Iran Bantah Targetkan Kapal Tempur