Mereka juga mendukung penuh upaya merajut kembali silaturahmi. Langkah seperti tabayyun (klarifikasi) dan dialog yang dipimpin para sesepuh maksudnya para masyayikh, kiai sepuh, dan ibu nyai diharapkan bisa memberi pencerahan.
“Kami berharap kepemimpinan PBNU senantiasa menjadi teladan dalam menjaga harmoni kehidupan organisasi serta mengutamakan kemaslahatan umat,” tambah pernyataan tersebut.
Secara keseluruhan, nada yang diusung terasa jelas: menjaga marwah organisasi adalah keharusan. Caranya dengan menegakkan adab, mengedepankan akhlak dalam setiap perbedaan. Segala bentuk ucapan atau tindakan yang berpotensi memicu kegaduhan, baik di internal maupun di ruang publik yang lebih luas, sebisa mungkin dihindari. Itu ikhtiar mereka.
Pernyataan ini muncul di saat suasana sedang tidak tenang. Dan Badan Otonom NU, dengan segala wewenang dan pengaruhnya, mencoba mengajak semua pihak untuk kembali ke khittah. Kembali ke meja musyawarah dengan kepala dingin.
Artikel Terkait
21 Tempat Hiburan di Jakarta Ditegur karena Langgar Aturan Jam Operasi Ramadan
Harga Emas Antam Turun Rp24.000 per Gram di Pasar Jakarta
KPK Tangkap Bupati Cilacap dan Sekda Terkait Dugaan Suap Proyek
Wamen Haji dan Umrah Kutuk Keras Penyerangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS