Suasana di asrama putri SRMA 1 Aceh Besar itu hangat, penuh tawa dan cerita. Di balik keakraban itu, ada sosok Bunda Lina Lina Maulidina Marza yang dengan caranya sendiri merajut kebersamaan. Salah satu triknya? Sebuah kegiatan sederhana bernama ‘amplop kebahagiaan’.
Malam-malam, Bunda Lina sering duduk di tepi ranjang. Mendengarkan. Saat seorang siswi datang dengan mata sembab, di situlah ia merasa jam kerjanya yang sesungguhnya dimulai. Baginya, mendengarkan keluh kesah mereka bukan sekadar tugas, tapi panggilan.
“Awalnya kami meraba, bingung sekali. Tugas wali asrama itu apa, bagaimana harus memulai,” kenangnya.
Namun begitu, keraguan itu pelan-pelan memudar. Latar belakangnya sebagai Pendamping Rehabilitasi Sosial membantunya, meski kini tantangannya berbeda: mengasuh 65 remaja putri dengan kisah hidup yang tak mudah, sepanjang hari.
“Mereka terharu karena baru tahu temannya melihat sisi baik mereka. Validasi kecil begitu sangat berarti,” ujar Lina suatu hari di awal Desember.
Ada momen yang tak pernah ia lupa. Seorang anak berbisik lirih, "Bunda boleh tidak ganti ibu saya?" Rupanya, orang tuanya baru bercerai. Pertanyaan sederhana itu menyimpan dahaga akan kasih sayang yang dalam.
Di tengah gempuran curahan hati itu, Lina justru bersyukur. Di SRMA, ia bisa membimbing mereka dengan lebih baik. “Bila anak-anak ini tidak dapat kasih sayang, bagaimana ke depan ketika dia menjadi ibu dan ayah. Itulah yang kami ajarkan,” tuturnya.
Empat bulan mengajarkannya banyak hal. Cinta tak harus selalu grand. Kadang, cuma perlu duduk mendengarkan, lalu memeluk erat sebelum si anak kembali bermain. Hal-hal kecil itu ternyata ampuh menyalakan harapan.
Perannya jelas bukan sekadar mengurus fasilitas. Lebih dari itu, membentuk karakter, menanamkan disiplin, dan menyediakan ruang aman untuk anak-anak yang datang dengan beban masa lalu.
Artikel Terkait
Larry, Pejabat Berbulu yang Curi Perhatian Saat Prabowo Bertemu Starmer
Kades Sragen Mandi Lumpur di Jalan Rusak, Protes yang Akhirnya Didengar
32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas Resmi Beroperasi di Jakarta
Prabowo di Inggris dan Davos: Diplomasi Hijau untuk Ekonomi Masa Depan Indonesia