Melihat kondisi itu, perasaannya campur aduk. Ada kesedihan yang mendalam, tapi juga harapan agar warganya tetap kuat.
"Kita sedih dan pilu melihat kondisi ini. Kita harap rakyat Aceh tabah menghadapi cobaan banjir dan longsor," jelasnya.
Dalam lawatannya ke Aceh Tamiang, Mualem tak datang dengan tangan kosong. Dia menyalurkan bantuan sembako seberat 30 ton yang berasal dari sumbangan warga Medan, Sumatera Utara. Isinya beragam, mulai dari air minum, beras, mi instan, sampai biskuit, telur, dan obat-obatan. Namun di balik bantuan itu, masalah mendesak masih ada: ketersediaan air bersih dan gas elpiji yang sangat terbatas.
"Alhamdulillah, hari ini kita penuhi kebutuhan sembako. Kita masih kewalahan soal air bersih dan tabung elpiji. Dalam beberapa hari ke depan akan menyusul dan kita benahi lokasi-lokasi yang terdampak," kata Mualem.
Artikel Terkait
Alarm Kebakaran Guncang Forum Davos Saat Trump Masih di Dalam Gedung
Prabowo Siap Unjuk Prabowonomics di Panggung Elite Davos
Tito Usul Inpres Khusus untuk Percepatan Pemulihan Pascabanjir Aceh Utara
Vatikan Pelajari Undangan Trump untuk Paus Bergabung dengan Dewan Perdamaian