"Ada di Kampung Dalam yang meninggal di situ. Tetapi saya pikir tidak terlalu banyak," ujarnya lagi, mencoba memberi penekanan.
Di sisi lain, soal distribusi bantuan logistik, pemerintah daerah mengklaim telah memobilisasi berbagai alat transportasi. Tidak hanya kendaraan biasa, traktor pun dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit.
"Ini sudah ada banyak perlengkapan traktor kosong untuk mengirim terus ke kampung-kampung yang diperkirakan belum kita sentuh," jelas Armia, menyebut sejumlah wilayah seperti Tenggulun dan Tamiang Hulu.
Lalu, berapa sebenarnya angka korban? Data terbaru dari Pusdatin BNPB mencatat 42 orang meninggal di Aceh Tamiang. Tidak ada korban hilang, sementara yang terluka dilaporkan tiga orang. Banjir bandang itu juga merusak satu jembatan.
Jelas, angka resmi ini jauh lebih rendah dari isu yang sempat beredar luas dan membuat resah masyarakat.
Artikel Terkait
Fraksi PAN Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Fasilitasi Mudik untuk Pekerja DPR
Bayi 1,4 Tahun Tewas, Dua Luka Bakar dalam Kebakaran Tiga Rumah Kontrakan di Bogor
Jadwal Imsak dan Sholat 16 Ramadhan 1447 H untuk Wilayah WIB
Persik Kediri Bangkit dari Ketertinggalan, Kalahkan PSBS Biak 2-1