Di sisi lain, Pemprov DKI sebenarnya sudah menjalankan sejumlah langkah antisipasi. Peringatan dini untuk banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 4-5 Desember, misalnya, sudah disebarkan. Daerah rawan seperti Muara Angke dan Marunda pun sudah dipetakan.
"Saya sudah memerintahkan Dinas SDA dan BPBD untuk bersiap. Puncak banjir rob besok jam 09.00 pagi, dan mitigasi itu penting," katanya memberi penekanan.
Namun begitu, Pramono merasa itu belum cukup. Dalam forum itu, ia menyoroti satu hal yang makin mengkhawatirkan: pola bencana hidrometeorologi sekarang ini sudah sulit ditebak. Ia mengingatkan soal banjir besar yang baru-baru ini melanda Eropa Barat dan beberapa negara Asia Tenggara. Itu semua, katanya, adalah bukti nyata bahwa perubahan iklim butuh respons yang lebih agresif dan terkoordinasi.
"Maka early warning system kita harus lebih kuat. Dan modifikasi cuaca ini salah satu instrumen penting," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kebakaran Landa Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng
Ketua Komisi X DPR Dukung Aturan Batas Usia 16 Tahun untuk Akses Media Sosial
Banjir 1,7 Meter Rendam Pondok Karya, Tim SAR Evakuasi Warga Terjebak
Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran 2026, Distribusi Lancar Jadi Kunci