Modusnya klasik tapi selalu mempan. Dua minggu sebelumnya di Kalibata, Rahmat konon membuka "pintu harapan" bagi para pencari kerja. Dia menawarkan posisi-posisi menggiurkan dengan iming-iming yang sulit ditolak.
"Awal mula para korban dijanjikan di terima kerja sebagai sekuriti, pramugara bus TransJakarta, dan lain-lain dengan membayar sejumlah uang Rp 2-4 juta," sebut Murodih membeberkan cara kerja pelaku.
Nyatanya, janji itu cuma isapan jempol belaka. Hari berganti hari, lowongan yang dijanjikan tak kunjung jadi kenyataan. Para korban pun sadar telah dibohongi.
Kini, Rahmat sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan lengkap. Namun, sebelum sampai di kantor polisi, dia sempat merasakan amarah warga yang tak terbendung.
Ada video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen itu. Dalam cuplikan yang ramai itu, terlihat sang pelaku dikerumuni warga yang emosi. Dia sempat menjadi bulan-bulanan sebelum akhirnya diselamatkan oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Buka Final Festival Bedug 2026, 16 Grup Berlaga di TIM
Iran Klaim Serang Pangkalan AS dan Israel dengan Rudal Generasi Terbaru
Samsung Garap Galaxy Glasses, Kacamata Pintar AI untuk Rilis 2026
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan dan Pastikan Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya