Dia berharap semua pihak, termasuk pemerintah daerah lain di Indonesia, bisa turun tangan membantu warga yang terdampak. Namun begitu, dia juga mengingatkan agar nanti, ketika kondisi darurat sudah teratasi, dilakukan evaluasi menyeluruh.
"Kalau kondisi tanggap darurat sudah berhasil maka silakan evaluasi semua kebijakan yang diindikasi menyebabkan bencana," pungkas Ganjar.
Data terbaru dari BNPB per Rabu (3/12) sore memang memperlihatkan situasi yang suram. Korban jiwa di tiga provinsi itu terus bertambah. Angkanya menyentuh 770 orang meninggal, sementara 463 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang.
Rinciannya, Aceh mencatat 277 korban meninggal dengan 193 orang hilang. Sumatera Utara lebih parah lagi: 299 orang meninggal dan 159 hilang. Sementara di Sumatera Barat, korban meninggal tercatat 194 orang, dengan 111 orang masih dalam pencarian.
Angka-angka itu, tentu saja, bukan sekadar statistik. Di baliknya ada duka yang mendalam dan pekerjaan besar yang menunggu.
Artikel Terkait
Pemprov Sultra dan Mitra Gelar Ramadhan Sultra Fest untuk Dongkrak UMKM Lokal
Warga Tangkap Penjambret di Parung Usai Aksi Tarik Tas Bikin Korban Oleng
Anggota DPR Janji Bawa Aspirasi Petani dan Nelayan Sidoarjo ke Paripurna
Jemaah Iran Menghilang di Tanah Suci, Diduga Terkait Ketegangan Geopolitik