Kontrakan Sembilan Pintu di Cakung Ludes Dilahap Api dalam Hitungan Menit

- Kamis, 04 Desember 2025 | 02:35 WIB
Kontrakan Sembilan Pintu di Cakung Ludes Dilahap Api dalam Hitungan Menit

Asap tebal dan lidah api menyembul dari kawasan permukiman padat di Cakung, Jakarta Timur, Rabu malam lalu. Kebakaran melanda sebuah kontrakan yang terdiri dari sembilan pintu, membuat warga sekitar berhamburan keluar.

Kabar itu pertama kali sampai ke posko Dinas Gulkarmat Jakarta Timur sekitar pukul 20.14 WIB, disampaikan langsung oleh warga yang panik. Hanya butuh 12 menit, satu unit pemadam pertama sudah tiba di lokasi dan langsung memulai operasi.

“Kami terima kabar pukul 20.14 WIB, terus tiba di lokasi sekitar pukul 20.26 WIB. Kami mulai operasi 20.27 WIB,” jelas Abdul Wahid, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat setempat.

Melihat kobaran api yang mulai membesar, pengerahan pasukan pun ditingkatkan. Abdul Wahid menyebut, pihaknya akhirnya mengerahkan 12 unit mobil pemadam dan 60 personel untuk mengatasi si jago merah.

“Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dan 60 personel Gulkarmat Jakarta Timur kami kerahkan untuk memadamkan api,” katanya.

Upaya mereka membuahkan hasil. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 20.50 WIB, dan status pemadaman dinyatakan selesai atau hijau kurang dari sejam kemudian, tepatnya pukul 21.49 WIB.

Namun begitu, penyebab pasti musibah ini masih jadi tanda tanya. Pihak berwenang masih menyelidiki sumber awal api.

Budi, seorang warga Cakung Timur berusia 45 tahun, mengisahkan kejadian dari sudut pandangnya. Dia melihat asap pekat tiba-tiba mengepul dari belakang deretan kontrakan itu.

“Iya kebakaran. Ini kontrakan, total sembilan pintu,” ujar Budi.

“Tiba-tiba di sana ada asap hitam, terus cepat langsung gede. Dugaan dari kabel belakang rumah, tapi kurang tahu pasti sumbernya dari mana,” lanjutnya.

Menurut sejumlah saksi, ada yang sempat melihat percikan api dari sekitar kabel di belakang bangunan. Tapi jenis kabelnya apa, tak ada yang tahu pasti.

“Kalau itu ada yang lihat sih kabel. Cuman tidak tahu kabel apa, tiba-tiba langsung gede apinya,” ucap Budi.

Material bangunan kontrakan yang didominasi kayu membuat bencana ini meluas dengan cepat. Dalam hitungan menit, kobaran api sudah menjalar dari pagar belakang dan melahap seluruh deretan pintu kontrakan. Syukurlah, tak ada korban jiwa. Para penghuni berhasil menyelamatkan diri tepat waktu, sebelum situasi benar-benar tak terkendali.

“Pertama itu dari belakang kontrakan apinya, kalau tidak salah terus langsung ke pagar, karena semua bangunan ini dari kayu jadi api cepat merambat,” pungkas Budi menggambarkan betapa cepatnya api itu menyebar.

Komentar