Di kantor PBNU, Senen, Rabu siang, Gus Yahya akhirnya buka suara soal pergantian Sekjen. Alasan utamanya sederhana: banyak urutan administrasi yang mandek. "Ini ada sekitar 80-an SK PWNU dan PCNU yang belum ditandatangani," ujarnya.
Dia menjelaskan, dokumen-dokumen itu tertahan di meja Sekjen lama, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bahkan sudah lebih dari setahun.
"Sejak diangkat jadi Menteri Sosial, beliau sama sekali tidak pernah sempat menengok kantor," tutur Gus Yahya. Kesibukan baru Gus Ipul di kabinet dinilai membuatnya tak punya waktu lagi untuk mengurusi tugas-tugas harian sebagai Sekjen. Posisi itu, menurutnya, butuh keterlibatan penuh.
"Kalau Sekjen, ini nggak bisa dikerjakan secara remote. Harus hadir, engage setiap hari. 7 hari 24 jam seminggunya," katanya tegas.
Namun begitu, Gus Yahya tak serta merta mencopot. Ada upaya memberi kesempatan.
Artikel Terkait
Jimly: Rekomendasi Reformasi Polri 10 Buku Siap Diserahkan ke Presiden Prabowo
Derbi della Madonnina Tentukan Puncak Klasemen Serie A Pekan Ini
AS Tembak Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia, 87 Tewas
Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian di Acara Buka Puasa