China Intensifkan Serangan Simulasi di Selat Taiwan, Intai Setiap Kapal Asing

- Rabu, 03 Desember 2025 | 17:35 WIB
China Intensifkan Serangan Simulasi di Selat Taiwan, Intai Setiap Kapal Asing

Laporan intelijen dari Taiwan baru-baru ini mengungkap sebuah fakta yang cukup mengusik. Ternyata, pesawat militer China kerap melakukan apa yang mereka sebut "serangan simulasi" terhadap kapal perang asing di Selat Taiwan. Perairan sempit ini memang selalu jadi titik panas, memisahkan Taipei dengan Beijing.

Nah, posisi China soal ini jelas dan sudah sering disuarakan. Mereka bersikeras bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayahnya. Karena itu, klaim yurisdiksi atas selat itu pun mereka anggap sah. Di sisi lain, pandangan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris sangat berbeda. Bagi mereka, selat ini adalah perairan internasional yang harus terbuka untuk semua kapal, tanpa terkecuali.

Menurut sejumlah saksi dan laporan, ketegangan ini bukan cuma di atas kertas. Tsai Ming-yen, Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan, memberikan penjelasan rinci kepada parlemen. Dia menyebut setidaknya delapan negara AS, Jepang, Australia, dan Prancis termasuk di dalamnya telah melintaskan kapal perang mereka di selat itu sepanjang tahun ini.

Dan respons China? Bisa dibilang sangat intens.

"China membayangi setiap kapal yang lewat," ujar Tsai, seperti dikutip dari AFP.

Lebih lanjut dia menjelaskan, "Mereka tak hanya mengerahkan aset angkatan laut untuk memantau, tapi kadang juga memobilisasi pesawat tempur. Serangan simulasi itu dilakukan sebagai penanda isyarat keras tentang kehadiran militer dan klaim dominasi mereka atas Selat Taiwan."

Jadi, situasinya seperti ini: setiap kapal asing yang melintas seolah diawasi ketat, bahkan dihadapkan pada latihan tempur di udara. Sebuah cara yang terang-terangan untuk menunjukkan siapa yang berkuasa, setidaknya menurut klaim Beijing. Sementara itu, lalu lintas kapal internasional tetap berjalan, di bawah bayang-bayang ketegangan yang nyaris tak pernah reda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar