Calon Presiden Peru Balas Tembak Penyerang dalam Baku Tembak di Jalan

- Rabu, 03 Desember 2025 | 13:35 WIB
Calon Presiden Peru Balas Tembak Penyerang dalam Baku Tembak di Jalan

Rafael Belaunde, salah satu calon presiden Peru, nyaris tewas dalam sebuah serangan. Kejadiannya di selatan Lima, ketika mobilnya tiba-tiba dihujani tembakan oleh sekelompok pria bersenjata. Yang mengejutkan, politisi 50 tahun itu tak tinggal diam ia membalas dengan menembakkan sekitar dua belas peluru ke arah para penyerangnya.

Menurut Kepala Polisi Jenderal Oscar Arriola, dua pria yang menaiki sepeda motor itulah pelakunya. Mereka melepaskan delapan atau sembilan tembakan ke arah SUV sang kandidat. Situasinya langsung berubah jadi baku tembak.

Tayangan televisi lokal kemudian memperlihatkan kondisi mobil yang hancur. Kaca depannya pecah berantakan akibat peluru. Bekas darah terlihat di wajah dan baju Belaunde, meski ternyata itu hanya luka-luka ringan dari pecahan kaca.

"Ini cuma goresan dari insiden tadi," ujar Belaunde sendiri, seperti dilaporkan AFP, Rabu (3/12/2025).

Insiden berbahaya ini terjadi Selasa (2/12) lalu, tepatnya di Cerro Azul. Kota itu terletak sekitar 130 kilometer di selatan ibu kota.

Arriola menambahkan detail yang cukup mencengangkan. Dengan senjata api pribadinya, Belaunde disebut melepaskan setidaknya 12 tembakan balasan. Namun begitu, tidak ada laporan korban luka tembak dari pihak penyerang setelah kejadian.

Sebelumnya, Belaunde juga menyatakan pada polisi bahwa dirinya tidak menerima ancaman apa pun. Ini jadi pertanyaan besar: apa motif di balik serangan mendadak tersebut?

Perlu diingat, Belaunde bukan figur baru. Ia mantan menteri energi dan cucu dari Fernando Belaunde, presiden Peru yang pernah menjabat dua periode. Kini, di tengah perhelatan pemilu yang akan digelar 12 April tahun depan, ia bersaing dengan setidaknya 12 kandidat lainnya. Situasi politik Peru memang selalu panas, tapi insiden seperti ini tetap mengejutkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar