Di sisi lain, persiapan teknis juga digenjot. Menurut Isnawa, Dinas SDA DKI sudah menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa. Alat-alat itu tersebar di rumah pompa, pos pengendalian banjir, plus pompa portabel untuk menangani genangan di titik rawan dengan cepat.
"Kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sangat penting dalam menghadapi musim hujan ini. Dengan kesiapsiagaan bersama, kita bisa meminimalisasi risiko dan dampak yang ditimbulkan," sambungnya.
Lalu, apa pemicu potensi banjir pesisir ini? BMKG Stasiun Maritim Tanjung Priok punya penjelasannya. Mereka memprediksi fenomena pasang maksimum air laut akan terjadi pada 1-10 Desember nanti. Fase bulan purnama berbarengan dengan perigee atau Supermoon diduga bakal mendongkrak ketinggian air laut.
Imbauannya jelas: warga di pesisir utara Jakarta harus waspada. Mulai dari Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, hingga Marunda dan Cilincing. Wilayah seperti Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu juga tak luput dari ancaman ini. Semua diminta aktif memantau perkembangan cuaca lewat situs resmi BMKG dan Pemprov DKI. Kesiapan jadi kunci.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Serukan Revolusi Karakter: Dari Homo Economicus Menuju Homo Ekologicus
Hujan Deras Guyur Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir
Menkeu Purbaya: Dana TKD Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Dipotong, Tapi Dihabisin Dulu
Museveni Kembali Berkuasa, Uganda Terbelah di Tengah Dugaan Kecurangan dan Intimidasi