"Tembakan dilepaskan ke arah kendaraan dan ke arahnya," ujar Kepala Polisi Oscar Arriola kepada para wartawan yang berkerumun.
Yang menarik, meski jadi sasaran, Belaunde menyatakan kepada polisi bahwa dirinya sama sekali tidak menerima ancaman apa pun sebelumnya. Ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Motif di balik serangan mendadak ini masih gelap.
Rafael Belaunde bukan nama baru. Dia adalah mantan menteri energi dan pendiri partai sayap kanan, Libertad Popular (Kebebasan Rakyat). Latar belakang keluarganya pun kuat: ia cucu dari mantan presiden Fernando Belaunde yang pernah memimpin Peru selama dua periode.
Dengan Pilpres yang dijadwalkan pada April 2026, insiden ini pasti akan memanas dan mempengaruhi dinamika politik. Keamanan para kandidat kini jadi sorotan. Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja perkembangan dari penyelidikan kepolisian.
Artikel Terkait
Hujan Deras Lumpuhkan Jakarta, 16 RT dan Sepuluh Ruas Jalan Terendam
Warga Indonesia di Iran: Waspada, tapi Belum Dievakuasi
DPR Dorong Mediasi Damai untuk Kasus Guru vs Murid di Jambi
Pengakuan Pertama Kali Dua Pria Onani di Bus Transjakarta Diragukan Polisi