Sebelum berangkat, Kapolres memberikan pengarahan singkat dan dukungan moral. Doa bersama pun dipanjatkan, mengiringi pelepasan tim yang penuh khidmat.
Di sisi lain, langkah ini ternyata sejalan dengan arahan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Beliau menegaskan bahwa semangat kemanusiaan harus mengatasi sekat-sekat birokrasi.
“Riau dan Sumbar adalah tetangga. Ketika saudara kita terkena musibah, kita bergerak. Kemanusiaan ini tidak mengenal yurisdiksi,”
tegas Herry.
Nada tegasnya menyiratkan sebuah prinsip: bencana alam adalah urusan bersama. Solidaritas, dalam situasi seperti ini, adalah bahasa universal yang lebih kuat dari sekadar aturan wilayah. Gerakan dari Polres Kampar ini menjadi bukti nyata bahwa bantuan bisa datang dari mana saja, kapan saja, ketika niat untuk menolong begitu kuat.
Artikel Terkait
Jokowi Pilih Jalan Damai, Kasus Fitnah Ijazah Ditutup dengan Restoratif Justice
Silaturahmi di Solo, SP3 Terbit untuk Eggi dan Damai
Sulawesi Tengah Diguncang Tiga Gempa Berturut-turut dalam Satu Jam
Viral Pak Ogah Kunci Exit Tol, Ternyata Kebijakan Resmi Dishub