Sebelum berangkat, Kapolres memberikan pengarahan singkat dan dukungan moral. Doa bersama pun dipanjatkan, mengiringi pelepasan tim yang penuh khidmat.
Di sisi lain, langkah ini ternyata sejalan dengan arahan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Beliau menegaskan bahwa semangat kemanusiaan harus mengatasi sekat-sekat birokrasi.
“Riau dan Sumbar adalah tetangga. Ketika saudara kita terkena musibah, kita bergerak. Kemanusiaan ini tidak mengenal yurisdiksi,”
tegas Herry.
Nada tegasnya menyiratkan sebuah prinsip: bencana alam adalah urusan bersama. Solidaritas, dalam situasi seperti ini, adalah bahasa universal yang lebih kuat dari sekadar aturan wilayah. Gerakan dari Polres Kampar ini menjadi bukti nyata bahwa bantuan bisa datang dari mana saja, kapan saja, ketika niat untuk menolong begitu kuat.
Artikel Terkait
Polisi Burut Tiga Anggota Jaringan Narkoba Usai Tangkap Bos Utama
Mega Maryati Gelar Pesta Ultah Mewah sebagai Self Reward di Usia 28
AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri
Mantan Jenderal Soroti Peran Intelijen di Balik Serangan AS-Israel ke Iran