Warga Tasikmalaya Nyaris Terjebak Penipuan Video Call Mirip Dedi Mulyadi

- Jumat, 21 November 2025 | 19:45 WIB
Warga Tasikmalaya Nyaris Terjebak Penipuan Video Call Mirip Dedi Mulyadi

MURIANETWORK.COM - Kronologi IRT di Tasikmalaya hampir jadi korban penipuan Dedi Mulyadi palsu. Ternyata begini modusnya.

Seorang ibu rumah tangga di Tasikmalaya nyaris tertipu oleh oknum yang mengaku sebagai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kejadian ini mengguncang Kecamatan Tawang, di mana seorang perempuan berusia 44 tahun bernama Yati hampir saja kehilangan uangnya.

Semua berawal dari platform TikTok. Usai melakukan siaran langsung, Yati tiba-tiba mendapat pesan dari akun bernama "Kang Dedi Mulyadi" yang meminta nomor WhatsApp-nya. Awalnya, dia tak terlalu curiga.

Namun begitu, komunikasi berlanjut dengan pengiriman voice note yang konon berisi suara Dedi Mulyadi. Isinya? Janji bantuan uang senilai Rp50 juta. Cukup menggiurkan, tentu saja.

Yati mengungkapkan, "Dia nelepon pada jam 1 siang, itu VC. Tapi dia bener ngomong, ada Pak Dedi biasa, pakai baju putih gitu. Tapi nggak banyak bicara maupun nanya."

Yang bikin merinding, sosok dalam panggilan video itu terlihat sangat mirip dengan sang gubernur. Lengkap dengan pakaian adat Sunda berwarna putih dan ikat kepala khas. Tapi Yati punya firasat lain.

"Mirip banget suaranya, tapi saya curiga itu AI, karena sekarang itu banyak disalahgunakan," katanya dengan nada waspada.

Kecurigaannya ternyata beralasan. Pelaku menawarkan hadiah Rp50 juta dengan syarat harus mentransfer uang sebesar Rp500 ribu terlebih dahulu. Modus klasik yang sayangnya masih sering berhasil.

Beruntung, Yati sudah pernah mengalami hal serupa sebelumnya. "Boro-boro punya uang Rp500 ribu, dan kalau punya juga mending dipakai. Itu dia video juga di bank, uang udah disiapin uangnya gitu," tuturnya.

Dia pun segera menghubungi anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Siantu, untuk melaporkan kejadian ini.

Kepler kemudian membenarkan laporan tersebut. "Karena memang itu banyak yang begitu. Kecanggihan AI juga malah dipakai untuk menipu. Tapi untungnya Ibu Yati nggak sempat mentransfer," ujarnya.

Di sisi lain, kasus serupa ternyata terjadi di Subang. Seorang pria lanjut usia bernama Uhen (70) yang berjualan bakso aci menjadi korban penipuan dengan modus mirip. Dia menerima uang palsu senilai Rp2 juta yang diklaim sebagai bantuan dari Dedi Mulyadi.

Yang menyedihkan, Uhen harus membayar tebusan Rp500 ribu dengan uang yang seharusnya untuk cicilan modal usahanya.

Mendengar kabar ini, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita langsung bergerak. Dia mendatangi rumah Uhen di Kelurahan Sukamelang pada suatu malam. "Setelah banyak yang mengirim pesan dan nge-tag saya di sosial media, saya mencari tahu tempat tinggal si Abah. Malam-malam saya langsung mengunjungi tempat tinggal Abah Uhen, jam 12 malam. Kebetulan Abah belum tidur," cerita Reynaldy.

Tak hanya menyampaikan prihatin, bupati ini juga menanggung seluruh kerugian Uhen dan memberikan bantuan tambahan untuk melunasi utang cicilan banknya.

Uhen pun tak bisa menyembunyikan rasa harunya. "Uang itu tadinya mau saya setorkan ke bank karena saya banyak cicilan, tapi malah ketipu. Setelah cerita ke Pak Bupati, cicilan saya malah dilunasi. Saya sangat berterima kasih. Semoga kebaikan Pak Bupati dibalas oleh Allah," ujarnya dengan suara bergetar.

Dua kasus ini menunjukkan betapa modus penipuan semakin canggih. Masyarakat memang harus ekstra waspada terhadap tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar