Pagi tadi di Istana Kepresidenan, Ketua MPR Ahmad Muzani bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto. Dari pertemuan itu, Muzani menangkap satu hal: perhatian utama Prabowo saat ini tertuju pada upaya pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.
“Presiden menceritakan hasil kunjungannya ke Sumatera, ke Aceh, ke Sumatera Utara, dan ke Sumatera Barat,” ujar Muzani.
“Beliau melihat langsung musibah yang terjadi di Sumatera Utara, di Aceh, dan di Sumatera Barat.”
Menurut Muzani, kunjungan langsung itu memberi presiden gambaran nyata tentang dampak dahsyat banjir dan longsor. Bukan cuma kerusakan infrastruktur yang dilihat, tapi juga beban warga yang kehilangan sanak saudara. Rasanya berat, kata Muzani menirukan kesan Prabowo, terutama memikirkan mereka yang masih dicari hingga sekarang.
“Beliau melihat langsung pengungsi serta masyarakat yang terdampak akibat dari musibah tersebut. Beliau merasakan bagaimana beban berat yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk beliau merasakan bagaimana warga yang terkasih, yang tersayang hilang, yang sampai sekarang belum ditemukan jasad dan jenazahnya,” katanya.
Nah, dari situlah fokus pemerintah sekarang diarahkan. Kerusakan parah pada jaringan jalan dari tingkat desa sampai nasional membuat arus barang dan jasa terhambat. Ini jadi persoalan serius yang mesti segera ditangani.
“Semuanya itu bagi beliau sebuah hal yang dipikirkan amat serius, bagaimana memulihkan keadaan di sana,” jelas Muzani.
“Beliau hari-hari ini sedang mengerahkan kekuatan segalanya untuk memulihkan kondisi di tiga provinsi tersebut.”
Di sisi lain, data terbaru dari BNPB per Selasa (2/12/2025) sore memperlihatkan betapa besarnya tantangan pemulihan ini. Korban meninggal dilaporkan mencapai 712 orang. Sementara itu, 507 orang masih dinyatakan hilang. Korban terluka ada 2.564 orang, dengan total terdampak sekitar 3,3 juta jiwa. Lebih dari satu juta di antaranya terpaksa mengungsi.
Angka-angka itu, ditambah cerita langsung dari lapangan, tampaknya yang mendorong aksi cepat pemerintah sekarang. Upaya pemulihan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara jelas butuh waktu dan tenaga ekstra.
Artikel Terkait
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Embung Brown Canyon Semarang, Kondisi Tanpa Busana
MUI: Perbedaan Pandangan Soal Lokasi Sembelih Dam Antara MUI dan Muhammadiyah Harus Dihormati
Jadwal Salat Surabaya Hari Ini, 1 Mei 2025: Imsak hingga Isya
Kemendagri Dorong Penegasan Batas 5.000 Desa Hingga 2029 untuk Cegah Konflik Wilayah