Beras Bantuan Berhamburan di Tanah, Warga Tapanuli Utara Berebut

- Selasa, 02 Desember 2025 | 15:05 WIB
Beras Bantuan Berhamburan di Tanah, Warga Tapanuli Utara Berebut

Video yang beredar itu cukup menyayat hati. Tampak warga di Kabupaten Tapanuli Utara berkerumun, memunguti butiran beras yang berserakan di tanah. Bantuan pangan itu rupanya dijatuhkan begitu saja dari helikopter, dan bungkusnya pecah. Beras pun bercampur lumpur.

Rekaman yang muncul Selasa (2/12/2025) itu jelas memperlihatkan sebuah helikopter terbang rendah. Dari ketinggian, karung-karung beras lalu diterjunkan. Begitu menyentuh tanah, warga yang sudah menunggu langsung berhamburan mendekat. Sayangnya, tak semua karung utuh. Butiran beras putih berhamburan dan segera dikais-kais oleh tangan-tangan yang membutuhkan.

Merespons hal ini, Pemprov Sumut akhirnya angkat bicara. Basarin Yunus Tanjung, selaku Ketua Harian Posko Darurat Bencana, meminta semua pihak memahami situasi. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara prosedur normal dan darurat, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau.

"Intinya harus bisa kita pahami juga mana SOP yang normal mana SOP yang darurat. Kita pahami bersama bagaimana keresahan masyarakat di daerah pedalaman yang tidak bisa diakses. Salah satu cara mengatasi ini tentu lewat udara,"

Begitu penjelasan Basarin di Medan, seperti yang dilaporkan.

Dia melanjutkan, meski menggunakan jalur udara, tidak semua lokasi punya tempat pendaratan yang memadai. Helipad tak tersedia di setiap desa. Nah, di sinilah metode "dropping" atau menjatuhkan barang dari udara menjadi pilihan terakhir yang terpaksa diambil.

"Lewat udara tidak semua juga bisa landing helikopter. Tidak semua desa-desa yang mempunyai helipad. Sehingga salah satu cara untuk bisa mendistribusikan bahan pangan ini kita jatuhkan dari helikopter, dengan harapan bisa diakses masyarakat setelah sampai di permukaan atau di tanah,"

Jadi, meski terlihat tidak ideal dan memicu kritik, cara tersebut dinilai sebagai jalan keluar darurat untuk mengatasi keterisolasian dan memastikan bantuan sampai, walau dalam kondisi yang mungkin tak lagi sempurna.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar