Video yang beredar itu cukup menyayat hati. Tampak warga di Kabupaten Tapanuli Utara berkerumun, memunguti butiran beras yang berserakan di tanah. Bantuan pangan itu rupanya dijatuhkan begitu saja dari helikopter, dan bungkusnya pecah. Beras pun bercampur lumpur.
Rekaman yang muncul Selasa (2/12/2025) itu jelas memperlihatkan sebuah helikopter terbang rendah. Dari ketinggian, karung-karung beras lalu diterjunkan. Begitu menyentuh tanah, warga yang sudah menunggu langsung berhamburan mendekat. Sayangnya, tak semua karung utuh. Butiran beras putih berhamburan dan segera dikais-kais oleh tangan-tangan yang membutuhkan.
Merespons hal ini, Pemprov Sumut akhirnya angkat bicara. Basarin Yunus Tanjung, selaku Ketua Harian Posko Darurat Bencana, meminta semua pihak memahami situasi. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara prosedur normal dan darurat, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Artikel Terkait
Tito Pastikan Dana Rp 10,6 Triliun untuk Aceh dan Sumatera Segera Cair
Tito Karnavian Soroti 17 Wilayah di Sumatera yang Belum Pulih Pascabencana
Subuh Berjemaah di Masjid Nurul Iman, Polisi Riau Sapa Warga Sambil Gaungkan Kamtibmas dan Hijau
Prabowo Kembalikan Dana Daerah Rp 10,6 Triliun untuk Tangani Dampak Banjir di Tiga Provinsi