Aset milik pemerintah daerah lagi-lagi jadi sasaran empuk pencurian. Kali ini, sebuah truk operasional milik Dinas Perhubungan Kabupaten Takalar yang jadi korbannya.
Truk itu kehilangan mesin saat terparkir di kawasan Terminal Induk Takalar, tepatnya di Kelurahan Sombalabella, Jalan Mappajjaling. Peristiwa ini diketahui terjadi pada Selasa malam, 28 April 2026.
Truk jenis Dyna Isuzu berwarna merah dengan nomor polisi DD 9025 C itu sebenarnya sudah lama tidak beroperasi. Soalnya, kendaraan ini mengalami kerusakan berat dan dibiarkan begitu saja di area terminal. Kondisi terbengkalai itulah yang diduga dimanfaatkan oleh pelaku.
Yang menarik, aksi pencurian ini ternyata tidak terjadi sekali jalan. Menurut sejumlah saksi di lapangan, pencurian berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu tertentu. Sejumlah komponen penting kendaraan sudah lebih dulu hilang sebelum mesin utama ikut raib.
“Pencurian ini diduga sudah berlangsung berulang kali. Sebelumnya pintu dan beberapa perlengkapan mobil juga sudah hilang,” ujar Alim, seorang pegawai Dishub Takalar yang ditemui di lokasi kejadian, Rabu (29/4/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi ini diduga sudah dimulai sejak periode libur Ramadan. Pelaku cukup pintar mereka membongkar bagian kendaraan sedikit demi sedikit. Tujuannya jelas, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari orang-orang sekitar.
Untuk mengangkut mesin yang cukup berat, pelaku diperkirakan menggunakan kendaraan jenis pikap. Akibat pencurian yang terjadi berulang kali, kondisi truk kini nyaris tidak menyisakan bagian penting. Sebagian besar komponen vital seperti ban, pelek, setir, kursi, gardan, hingga tangki bahan bakar sudah lebih dulu lenyap.
Menindaklanjuti kejadian ini, pihak Dishub Takalar melalui Bendahara Barang dan jajaran terkait langsung melaporkan kasus tersebut ke Polres Takalar. Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian antara lain kunci, baut, dan sepasang sandal.
Saat ini, Dishub masih berkoordinasi dengan kepolisian untuk menghitung total kerugian. Pendataan dilakukan dengan menaksir nilai seluruh komponen yang hilang. Namun begitu, penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap pelaku serta kemungkinan keterlibatan lebih dari satu orang dalam aksi pencurian tersebut.
Artikel Terkait
Keluarga Nahkoda Kapal Honour 25 yang Disandera Perompak Somalia Masih Menanti Kabar
BMKG: Makassar Berawan Seharian Jumat 1 Mei 2026, Waspada Potensi Hujan Ringan Siang-Sore
Mahfud MD: UU Peradilan Militer Belum Diubah Jadi Hambatan Kasus Andrie Yunus Dibawa ke Pengadilan Umum
Menteri PPPA Minta Maaf Atas Pernyataan soal Gerbong Khusus Perempuan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi