Salah satu penghuni Apartemen Mediterania di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, nekat melempar sepotong baju dari atas. Bukan baju biasa. Di lengan panjang warna kuning itu, ada tulisan yang ditulis pakai spidol, kayaknya buru-buru banget.
"C 33 GK IWAN & BAYI BUJAN," begitu bunyi tulisan di baju tersebut.
Isinya? Kode darurat. Petugas posko informasi Damkar Jakarta Barat, Seman, coba memecahkan kode itu. Setelah ditelusuri, ternyata maksudnya: penghuni terjebak di lantai 23, tepatnya di kamar nomor 33. Dan di dalam kamar itu ada bayi.
"Satu dewasa, sama dua anak bayi," kata Seman di lokasi, Kamis (30/4/2026), seperti dikutip dari Antara.
Untungnya, mereka semua berhasil dievakuasi. Kondisinya sehat, kata petugas. Di papan informasi Damkar, data terus diperbarui siapa yang sudah selamat, siapa yang masih terperangkap di dalam gedung yang terbakar itu.
Para penghuni yang berhasil turun langsung menuju posko informasi. Mereka melapor, kadang sambil gemetar, menyebut nama kerabat atau kenalan yang belum terlihat batang hidungnya.
Nah, sampai pukul 10.35 WIB, tercatat 60 penghuni sudah dievakuasi. Tapi masih ada 18 orang lainnya yang belum berhasil keluar. Di daftar nama, beberapa sudah dilingkari tanda mereka selamat. Yang belum, masih jadi tanda tanya besar.
Sebelumnya, sekitar pukul 09.25 WIB, evakuasi sempat dilakukan dari sisi lain gedung. Soalnya, asap tebal banget di dalam. Petugas nggak punya pilihan lain selain mengevakuasi dari luar. Tangga darurat dipasang berjenjang dari lantai dasar naik ke lantai enam. Satu per satu penghuni diturunkan, tubuh mereka diikat tali biar nggak jatuh. Ngeri sih, tapi efektif.
Di posko, petugas sibuk mendata. Nama dicocokkan, siapa yang masih hilang, siapa yang sudah aman. Suasana campur aduk: lega, cemas, harap-harap cemas.
Artikel Terkait
Pengadilan Banding Selandia Baru Tolak Banding Pelaku Penembakan Masjid Christchurch
Pemerintah Bentuk Tim Asesor untuk Menentukan Status Aktivis HAM
Kemlu Pastikan Empat ABK Indonesia Selamat Usai Kapal Dibajak Perompak Somalia
KPK Panggil Tiga Direktur Travel Terkait Korupsi Kuota Haji 2023-2024