Di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta, Senin malam lalu, suasana tampak meriah. Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo Media Group baru saja menggelar Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025. Intinya, acara ini memberi penghargaan bagi pemerintah daerah yang dinilai berprestasi. Tujuannya sederhana tapi penting: membangun iklim kompetisi sehat antar-Pemda agar mereka terus berlomba menelurkan kebijakan terbaik untuk masyarakat.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, hadir langsung dalam kesempatan itu. Dalam sambutannya, ia berharap pemberian reward semacam ini bisa memacu semangat para kepala daerah. Apalagi, mereka umumnya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pilkada. Menurut Tito, kondisi itu seharusnya jadi legitimasi kuat untuk bekerja lebih giat memenuhi harapan publik.
“Ini tantangan tersendiri bagi Bapak-Ibu sekalian. Oleh karena itu, pemberian reward ini, di samping memotivasi juga kami harapkan ada iklim kompetitif yang bisa memperkuat legitimasi Bapak-Ibu [kepala daerah] sekalian,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (2/12/2025).
Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan tahun ini. Pasalnya, kategori penghargaannya menyentuh tugas-tugas utama seorang kepala daerah. Tak tanggung-tanggung, isunya beragam mulai dari penanggulangan kemiskinan, perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan, penyerapan tenaga kerja, hingga pengendalian inflasi. Pertumbuhan ekonomi, baik dari sektor pertambangan maupun non-pertambangan, juga jadi bahan penilaian. Belum lagi soal tata kelola pemerintahan daerah yang baik.
Yang menarik, format penilaiannya dianggap cukup adil. Daerah-daerah dipertandingkan berdasarkan kapasitas fiskal masing-masing. Dengan cara ini, persaingan bisa berlangsung lebih sportif. Daerah dengan anggaran terbatas punya kesempatan yang sama untuk bersinar.
Ke depan, Tito mengungkapkan Kemendagri berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk penghargaan ini. Skemanya masih digodok, dan akan melibatkan kementerian atau lembaga terkait. Ia terbuka pada masukan.
“Dan kita juga terbuka untuk kalau ada ide-ide, kira-kira apa yang perlu dipertandingkan antara daerah. Dan ini bagi rekan-rekan yang terpilih, ini jujur nggak gampang,” imbuhnya.
Di sisi lain, Tito berharap momen seperti ini bisa melahirkan sosok-sosok kepala daerah baru yang berprestasi. Ia juga menyampaikan terima kasih pada dewan juri yang terdiri dari akademisi hingga profesional atas penilaian objektifnya. Pesannya jelas: kontribusi daerah adalah fondasi bagi kemajuan nasional.
“Saya juga mohon dan mengajak kepada rekan-rekan, daerah-daerah yang belum beruntung mendapatkan penghargaan, ya saya minta untuk berlomba. Berlomba untuk mendapatkan penghargaan, karena ini adalah bagian dari tugas, ibadah, kita semua kepada rakyat, tanggung jawab yang diberikan. Dan kemudian tentu juga akan membuat kebanggaan bagi Bapak-Ibu sekalian,” pungkasnya.
Acara malam itu dihadiri oleh sejumlah tokoh. Tampak hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli. Hadir pula Peneliti Utama BRIN Siti Zuhro, diiringi jajaran pejabat tinggi Kemendagri dan perwakilan kementerian/lembaga lainnya.
Artikel Terkait
Formappi Peringatkan DPR Soal Risiko Intervensi Hukum dari Audiensi Istri Nadiem
Wakil Ketua MPR: Kebebasan Berpikir Perempuan Masih Jauh dari Kenyataan
Delapan Pejabat Kemnaker Divonis Penjara hingga 7,5 Tahun dalam Kasus Pemerasan Izin TKA
Kementerian Haji Luncurkan Aplikasi Kawal Haji untuk Saluran Pengaduan Terintegrasi