Kasusnya memang kompleks. Netanyahu dan istrinya, Sara, dituduh menerima barang-barang mewah mulai dari cerutu, perhiasan, sampai sampanye mahal dengan total nilai mencapai lebih dari 260 ribu dolar AS. Pemberinya adalah sejumlah miliarder, yang konon mendapat imbalan berupa bantuan politik.
Di dua kasus terpisah, Netanyahu juga dituduh berusaha mengatur liputan media agar lebih menguntungkan dirinya.
Namun begitu, di balik semua kompleksitas hukum itu, Netanyahu melihat dampak sosial yang lebih besar. Kasus-kasus ini telah menyulut perpecahan tajam di masyarakat Israel, memisahkan mereka yang pro dan kontra dengan sangat jelas. Itulah alasan yang dia kemukakan: permohonan grasi ini dimaksudkan untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan rekonsiliasi yang menurutnya sangat dibutuhkan negara.
“Untuk menurunkan api dan mendorong rekonsiliasi luas,” begitu kira-kira alasannya.
Artikel Terkait
Bupati Pati Diamankan KPK, Dini Hari Dibawa ke Semarang
Ibu Cari Rumput di Waduk Tarakan Diserang Buaya, Diselamatkan Polisi
Pemuda 25 Tahun Tewas Usai Pesta Miras Dua Lokasi di Langkat
Pemberontakan di Pringsewu Berujung Tewasnya Pencuri Sapi