Nah, rencana kebijakan itu berjalan beriringan dengan langkah praktis di lapangan. Pagi itu juga, Menteri Agus meresmikan Campus Immigration Point pertama di Indonesia. Inovasinya digagas Kanwil Ditjenim Jawa Tengah dan Kantor Imigrasi Semarang, bekerja sama dengan Undip.
Kehadiran layanan imigrasi di dalam kampus ini ternyata sangat dinantikan. Rektor Undip, Profesor Suharnomo, tak menyembunyikan antusiasmenya.
"Ini kami impikan Pak Menteri. Karena Undip ini punya banyak mahasiswa asing, sekitar 300-an. Dan setiap tahun pasti lebih dari 100 (mahasiswa asing baru) yang masuk ke sini,"
katanya. Dengan ratusan mahasiswa asing yang harus mengurus dokumen, kehadiran kantor imigrasi di lingkungan kampus jelas bakal memangkas birokrasi yang kerap melelahkan. Sebuah langkah kecil yang diharapkan memberi dampak besar.
Artikel Terkait
Waspada, Air di Lubang Runtuhan Tanah Bisa Mengandung Bahaya Tersembunyi
Normalisasi Lalu Lintas, Jalan Raya Puncak Kembali Dua Arah
Buruh Usul Subsidi Upah Rp 200 Ribu, DPRD DKI: Anggaran Tak Cukup
Dua Ayam Dicuri, Kapolsek Turun Tangan dan Kasus Berakhir Damai