“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar kiriman bantuan bisa segera tiba.”
Karena jalur darat masih terputus, opsi lain pun diambil. Pengiriman via laut kini menjadi andalan. Selain itu, bantuan lewat udara dari BNPB juga sudah mulai diterima. Fahmi berharap kedua jalur ini bisa terus dioptimalkan untuk mempercepat distribusi.
Upaya penanganan darurat juga terus digenjot. Pihaknya membangun posko-posko di titik-titik pengungsian serta mendirikan dapur umum. Tujuannya satu: memastikan bantuan bisa dirasakan oleh semua korban, tanpa terkecuali.
“Kami berharap bantuan bisa didistribusikan sesegera mungkin,” pungkas Fahmi.
Dalam laporan sementara, musibah banjir dan tanah longsor ini telah merenggut sepuluh nyawa. Angka yang mungkin masih bisa bertambah seiring dengan proses evakuasi dan pencarian.
Artikel Terkait
Mantan Dirjen Kemendikbudristek Terima Uang dan Ponsel dari Rekanan di Sidang Korupsi
KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif Maidi
Eddy Soeparno: Transisi Energi Bersih Kunci Wujudkan Ambisi Digital Indonesia
Gubernur Jabar Buka Hotline Darurat untuk Warga Terdampak Konflik Timur Tengah