“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar kiriman bantuan bisa segera tiba.”
Karena jalur darat masih terputus, opsi lain pun diambil. Pengiriman via laut kini menjadi andalan. Selain itu, bantuan lewat udara dari BNPB juga sudah mulai diterima. Fahmi berharap kedua jalur ini bisa terus dioptimalkan untuk mempercepat distribusi.
Upaya penanganan darurat juga terus digenjot. Pihaknya membangun posko-posko di titik-titik pengungsian serta mendirikan dapur umum. Tujuannya satu: memastikan bantuan bisa dirasakan oleh semua korban, tanpa terkecuali.
“Kami berharap bantuan bisa didistribusikan sesegera mungkin,” pungkas Fahmi.
Dalam laporan sementara, musibah banjir dan tanah longsor ini telah merenggut sepuluh nyawa. Angka yang mungkin masih bisa bertambah seiring dengan proses evakuasi dan pencarian.
Artikel Terkait
Pezeshkian Ucapkan Terima Kasih ke Putin, Tuding AS dan Israel Campuri Urusan Dalam Negeri Iran
Banjir Pandeglang Surut, Warga Keluhkan Krisis Logistik dan Air Bersih
Kominfo Soroti Akar Masalah Keamanan Siber: Sistem Tua dan Kelalaian Manusia
MKGR Resmi Umumkan Susunan Baru, 250 Pengurus Siap Kawal Agenda Pemerintah