Menteri Agus pun mengecek langsung ketersediaannya. "Kuenya ada cukup? Kue, kopi?" tanyanya pada seorang pengunjung, yang hanya membalas dengan anggukan.
Namun begitu, pikirannya melangkah lebih jauh. Ia mengingatkan agar lounge ini bisa menjalin kerja sama dengan lembaga permasyarakatan setempat. Beberapa lapas diketahui punya program pembinaan membuat roti atau kue bagi warga binannya.
"Di rutan kita ada produksi kue. Kerja sama dengan permasyarakatan ya," ujar Agus.
Dengan begitu, snack yang disajikan tak cuma memuaskan pengunjung, tapi juga memberi dampak ekonomi riil bagi lapas dan narapidana yang sedang membangun kembali hidupnya.
Rupanya, ide itu sudah mulai diwujudkan. Di sudut Immigration Lounge, sebuah etalase kecil memajang berbagai kerajinan tangan. Itu adalah hasil karya narapidana dari lapas sekitar, menunggu untuk ditemukan dan dibeli oleh pengunjung yang datang.
Artikel Terkait
KPAI Ungkap 2 Ribu Kasus Pelanggaran Anak, Orang Tua Tercatat Sebagai Pelaku Utama
Anyaman Sabut Kelapa Karya Warga Binaan Lapas Cirebon Tembus Pasar Eropa
Pasukan NATO Bergerak ke Greenland, Trump Kian Serius Kuasai Arktik
Empat Terdakwa Kerusuhan Agustus 2025 Dituntut 10 Bulan hingga Satu Tahun Penjara